Dinkes dan Yayasan Kasih Suwitno Evaluasi Program PDP HIV

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi dan Yayasan Kasih Suwitno menggelar pertemuan monitoring dan evaluasi Program Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) HIV.Dok-Diskominfo Kota Sukabumi

KabarSunda.com- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi dan Yayasan Kasih Suwitno menggelar pertemuan monitoring dan evaluasi Program Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) HIV, dalam rangka mengevaluasi serta mengidentifikasi tantangan, dan menyusun strategi peningkatan kualitas layanan bagi pengidap HIV di wilayah Kota Sukabumi.

Pada pertemuan yang berlangsung di Wisata Alam Oasis pada 4 Juni 2026, Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Sukabumi Denna Yuliavina, menyampaikan bahwa program PDP memiliki peran sangat penting dalam memastikan kelangsungan pengobatan, dan peningkatan kualitas hidup penerima layanan.

“Kota Sukabumi memiliki 11 tempat pengobatan yang terdiri dari enam rumah sakit, dan lima Puskesmas yang sudah dijadikan tempat PDP HIV. Ini terus kami kembangkan aksesnya, sehingga pasien – pasien HIV lebih mudah mendapatkan obat, dan mencegah lost follow up,” jelasnya.

Ia melanjutkan bahwa pada tahun 2026, Dinkes menargetkan tes HIV bisa mencakup 11.360 orang. Hingga saat ini pelaksanaan tes baru diikuti oleh 4.300 orang, dengan pasien yang terkonfirmasi positif sebanyak 54 orang, dengan 18 orang di antaranya merupakan warga Kota Sukabumi.

“Sampai Bulan Mei cakupannya sekitar 39 %. Dari 54 orang, 18 orang warga Kota Sukabumi, dan sisanya warga luar Kota Sukabumi,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa penanganan HIV memerlukan kerja sama lintas sektor dan merupakan tanggung jawab semua pihak. Salah satu bentuk kerja sama tersebut dilakukan melalui Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Sukabumi.

“Mudah – mudahan di Bulan Juni, Wali Kota akan melantik pengurus KPA, yang kepengurusannya melibatkan semua perangkat daerah,” ujarnya.

Sementara Koordinator Provinsi Jawa Barat Yayasan Kasih Suwitno, Edi Sutardi, mengatakan kegiatan ini bagian dari upaya perluasan layanan pemeriksaan HIV dan IMF (Infeksi Menular Seksual).

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa beberapa indikator PDP sudah terpenuhi, namun masih terdapat pula indikator yang belum optimal.

“Beberapa hasil kegiatan atau indikator, ada yang sudah meskipun belum semua PDP mencapai secara maksimal, tetapi cikal bakal ini akan berlanjut,” tandasnya.