KabarSunda.com- Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana untuk menata ulang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) guna mengembalikan sekitar 1,2 juta hektare lahan yang hilang akibat revisi tata ruang pada tahun 2022.
Lahan yang sebelumnya berfungsi sebagai area penyangga dan resapan air kini telah beralih peruntukannya, yang berpotensi memicu berbagai persoalan lingkungan, termasuk banjir dan longsor.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan, “Tata ruang lagi berjalan, Jabar kehilangan 1,2 juta hektar. Lahan hijau yang itu sebagai penyangga dari bencana hilang di tata ruang yang lalu. Nggak tahu tuh hilang kemana,” saat memberikan keterangan di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat, 11 Juli 2025.
Dedi menekankan pentingnya penataan ulang ini sebagai respons terhadap meningkatnya bencana alam, terutama saat musim hujan, demi menjaga keseimbangan lingkungan.
Ia memperingatkan bahwa luas area yang hilang mencapai 1,2 juta hektare akan berdampak serius pada kondisi lingkungan dan kerusakan ekosistem di berbagai wilayah di Jawa Barat.
Ia juga berkomitmen untuk mengembalikan fungsi awal lahan yang hilang tersebut sesuai dengan peruntukannya.
“1,2 juta hektare nggak main-main. Itu temuan Kementerian Lingkungan Hidup. Kita ingin mengembalikan itu di tata ruang yang baru,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol mendesak Gubernur Dedi Mulyadi untuk segera melakukan revisi terhadap tata ruang wilayah provinsi yang dinilai bermasalah.
Dorongan ini muncul setelah bencana banjir dan longsor yang kembali menelan korban jiwa di kawasan Puncak, Bogor, akhir pekan lalu.
Hanif menyoroti bahwa perubahan tata ruang Jawa Barat pada tahun 2022 tidak lagi sesuai dengan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).











