KabarSunda.com- Kota Bogor memiliki sebuah kampung yang benar-benar berada di tengah-tengah Sungai Cisadane, berlokasi di kawasan Empang, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
Kampung ini menyerupai sebuah pulau yang berada di tengah aliran sungai, sehingga kerap disebut Kampung Pulo Empang, atau Kampung Nusa Pulo Empang.
untuk memasuki kampung ini hanya ada akses jembatan beton setapak.
Jembatan ini ada dua, menyambung dari timur dan barat ke tengah-tengah kampung yang berbentuk pulau itu.
Jembatan ini hanya bisa dilintasi pejalan kaki dan pengendara roda dua.
Karena sempitnya jembatan, ketika pejalan kaki dan pengendara motor berpapasan, salah satunya harus mengalah.
Akses jalan di kawasan pemukiman kampung ini hanya gang-gang sempit, di antara pemukiman padat yang berpenghuni sekitar 70 Kepala Keluarga (KK).
Meski seperti sebuah pulau terpencil, area Kampung Pulo ini juga memiliki lapangan berumput hijau tempat anak-anak bermain.
Terletak di ujung pulau yang beririsan dengan aliran Sungai Cisadane.
Namun lokasi lapangan ini berada di luar tanggul, sehingga mudah terendam jika aliran Sungai Cisadane meluap.
dari cerita yang dia dengar dari orang tua dulu, kawasan Kampung Pulo dulunya hanya tanah kosong kemudian dijadikan tempat warga menggarap lahan.
Kemudian berkembang menjadi lokasi pabrik kulit, kemudian pemerintah Belanda membangun Bendungan Cisadane, kemudian berkembang lagi menjadi pemukiman padat.
“Emang dari dulu katanya udah ada ini, cuman warganya satu orang dua orang,” kata Boyan seperti dikutip TribunnewsBogor.com, Senin 27 April 2026.
“Terus tinggal berkeluarga dan punya anak di sini, kayak turun temurun, makam juga kan ada di Pulo,” sambung Boyan.
Namun dia tak tahu pasti karena tulisan di nisan dari makam tersebut sudah tak terlihat.
“Tapi yang jelas waktu saya kecil makam itu udah ada,” kata Boyan.
Namun kini banyak warga setempat memakamkan jenazah di tempat lain di luar Kampung Pulo.
“Makam khusus (warga) Pulo ada di sana (seberang Sungai Cisadane),” katanya.
Pernah Dikepung Banjir
Posisinya yang berada di tengah Sungai Cisadane, Kampung Pulo atau Kampung Nusa Pulo Empang ini pernah memiliki riwayat para penghuninya yang hampir terisolir karena banjir.
Seingat Boyan, pada sekitar tahun 1974 pernah terjadi banjir luapan Sungai Cisadane yang cukup parah dan mengepung Kampung Pulo.
Rumah-rumah warga sampai terendam banjir luapan sungai tersebut.
“Pokoknya kita pernah hampir kejebolan lah istilahnya,” kata Boyan.
“Jadi pada ngungsi semua ini dulu, ke sana (ke seberang),” katanya.
Beruntung banjir luapan sungai yang cukup berdampak ke pemukiman ini kini sudah jarang terjadi.
Terlebih di pinggir sungai kini sudah dipasangi tanggul-tanggul tinggi.
“Tempo hari sebelah sini (pemukiman seberang Pulo) juga kebanjiran, karena belum ada bentengnya (tanggul),” ungkapnya.











