KabarSunda.com- Seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) jadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Tidak hanya dikeroyok, namun yang bersangkutan mengalami penusukan dibagian punggung saat kericuhan yang terjadi di kawasan Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (30/8).
Untungnya nyawa korban berhasil diselamatkan dan saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit RSHS Bandung.
Mahasiswa menjadi korban pengeroyokan diketahui bernama Ilham Renal, mahasiswa Pendidikan Ekonomi UPI angkatan 2019. Menurut keterangan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPI melalui unggahan Instagram, Ilham tidak terlibat dalam aksi massa.
Dijelaskan, Ilham berada di belakang titik kerumunan ketika melihat seseorang tengah dikeroyok. Namun niat baiknya untuk menghentikan tindak kekerasan justru berbalik menjadi petaka.
Ilham berteriak meminta agar pengeroyokan dihentikan. Namun, tindakannya tersebut justru membuat ia ikut menjadi korban kekerasan. Meskipun sudah mengenakan helm dan tas, Ilham dipukuli hingga helmnya lepas, dan kepalanya dipukuli.
Ilham sempat memohon dan menjelaskan bahwa ia tidak terlibat dalam aksi, namun ia justru mendapatkan ancaman akan diculik.
Beruntung, seseorang membantunya melarikan diri ke ambulans. Ilham baru menyadari dirinya mengalami luka tusuk setelah mendapatkan pertolongan pertama di Unpas dan kemudian dirujuk ke RSHS karena mengalami sesak napas.
Pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka tusuk yang menyebabkan paru-paru kirinya tidak berfungsi dengan baik, sehingga Ilham harus menjalani operasi dan kini sedang masa pemulihan. Terkait kejadian ini, BEM REMA UPI mendesak aparat untuk mengusut tuntas kasus tersebut serta menindak tegas para pelaku, sembari mengharapkan solidaritas dan dukungan dari berbagai pihak untuk pemulihan Ilham.
“la berteriak meminta agar pengeroyokan dihentikan. Namun, tindakannya tersebut justru membuat ia ikut menjadi korban kekerasan. Meskipun sudah mengenakan helm dan tas, Ilham dipukuli hingga helmnya lepas, dan kepalanya dipukuli. Ilham sempat memohon dan menjelaskan bahwa ia tidak terlibat dalam aksi, namun ia justru mendapatkan ancaman akan diculik,” tulis BEM UPI.











