KabarSunda.com- Sebanyak 75 siswa dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Garut dipastikan akan mengikuti program Sekolah Rakyat Rintisan yang akan segera diluncurkan.
Para siswa ini telah melalui penjaringan ketat dan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Garut, setelah melewati dua kali rapat pleno.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut Aji Sukarmaji mengungkapkan, program ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Garut untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari kelompok desil 1 dan 2 atau masyarakat dengan tingkat ekonomi terendah.
Mayoritas calon peserta didik merupakan anak-anak yang putus sekolah di jenjang SD dan SMP.
”Peserta didik sekolah rakyat ini benar-benar berasal dari masyarakat tidak mampu, yang selama ini terputus dari pendidikan formal. Kami masih menunggu pelaksanaan resminya karena saat ini Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans yang menjadi lokasi sementara, sedang dalam tahap renovasi,” ujar Aji, Rabu, 3 September 2025.
Sekolah Rakyat Rintisan tersebut, katanya, rencananya akan mulai berjalan pada September 2025 dan berlokasi di Jalan Raya Samarang, Garut. Sembari menunggu renovasi rampung, Pemkab Garut telah menyiapkan rencana jangka panjang, berupa pembangunan gedung permanen.
Aji menjelaskan, Pemkab Garut sangat serius menggarap program ini. Dalam APBD Perubahan Tahun 2025, telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 12 miliar untuk pengadaan lahan Sekolah Rakyat permanen.
Pembangunan fisik Sekolah Rakyat Rintisan ini akan dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Sosial. Nantinya, Sekolah Rakyat ini akan lebih luas jangkauannya.
”Rombongan belajarnya akan lebih banyak. Ini merupakan bentuk komitmen pimpinan daerah kami yang ingin memastikan tidak ada anak Garut yang tertinggal dari pendidikan,” ucapnya.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Garut Linda Hastuti menambahkan, sistem pembelajaran di Sekolah Rakyat akan berbeda dari sekolah formal pada umumnya.
Tidak ada pembagian kelas, seperti kelas 1 atau 2, tetapi akan dibentuk dua rombongan belajar. Satu untuk jenjang SD dan satu lagi untuk SMP.













