Bandung Hadapi Kasus TBC Tinggi, Farhan Minta Layanan Puskesmas Diperkuat

KabarSunda.com- Di balik wajah gemerlap Kota Bandung, ada tantangan kesehatan yang masih menghantui: tuberkulosis (TBC).

Penyakit menular ini masih menjadi salah satu masalah terbesar di Bandung, bahkan termasuk yang tertinggi di Jawa Barat.

Kondisi tersebut mendorong Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memberi perhatian khusus saat melantik Kepala Dinas Kesehatan yang baru, Sony Adam.

Menurut Farhan, TBC bukan hanya masalah medis, melainkan juga sosial. Banyak pasien kesulitan menjaga konsistensi dalam pengobatan yang membutuhkan waktu lama, meski biaya obat relatif murah.

Jika tidak ditangani serius, rantai penularannya akan terus berlanjut dan menjadi bom waktu bagi kesehatan masyarakat.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pun menjadi ujung tombak deteksi dini. Farhan meminta cakupannya diperluas, terutama di wilayah padat penduduk dan area yang selama ini kurang terjangkau layanan kesehatan. Ia ingin setiap kasus TBC yang ditemukan segera ditangani hingga tuntas.

Namun, melawan TBC tidak bisa hanya mengandalkan fasilitas. Tenaga kesehatan—bidan, perawat, dan dokter Puskesmas—memegang peran kunci.

Farhan menekankan, interaksi mereka dengan pasien adalah wajah nyata pelayanan pemerintah. Bagaimana seorang perawat menyapa, bagaimana bidan menenangkan pasien, semua itu akan membentuk citra kualitas layanan kesehatan di Bandung.

Tantangan lain juga menunggu. Selain TBC, pemerintah kota harus berhadapan dengan stunting dan penyakit degeneratif yang kian meningkat.

Farhan berharap, kepemimpinan baru di Dinas Kesehatan mampu membawa perubahan signifikan, menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama pembangunan kota.

Pada akhirnya, Bandung yang sehat bukan hanya soal angka di laporan tahunan. Ia adalah tentang anak-anak yang tumbuh tanpa stunting, pekerja yang produktif tanpa dihantui penyakit, dan keluarga yang bisa tidur nyenyak tanpa cemas akan TBC.

Kota yang maju dimulai dari warganya yang sehat, dan perjuangan itu kini berada di pundak pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat Bandung sendiri.