Whoosh sebagai Pendorong Lapangan Kerja dan PDB di Ajang Belt and Road Summit 2025

KabarSunda.com- Proyek strategis Indonesia, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau KCJB (Whoosh), terbukti menjadi pendorong lapangan kerja dan kontribusi terhadap PDB RI.

Pernyataan ini disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian RI, Ferry Irawan, dalam paparannya di acara Belt and Road Summit ke-10 di Hall 5B Main Forum, Hong Kong Convention and Exhibition Centre, Kamis, 11 September 2025.

Proyek IKN melalui proyek ADF memiliki nilai awal 28,4 juta dollar AS (Rp 468,6 miliar) dan dirancang untuk berkembang hingga 2045.

Sementara itu, KCJB dengan total investasi 7,6 miliar dollar AS (Rp 125,4 triliun) menyerap 90 persen tenaga kerja lokal dan telah melayani lebih dari 11 juta penumpang.

Jalur ini diperkirakan memberi kontribusi 0,6 persen terhadap PDB Jakarta dan Jawa Barat.

Selain itu, proyek strategis nasional ini membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan regional, dan memungkinkan alih teknologi.

Ferry menekankan bahwa kerja sama internasional, termasuk mitra China dan Hong Kong, memperkuat efektivitas proyek dan memperluas manfaat ekonomi.

Sejak pertama kali digelar pada 2016, Belt and Road Summit telah berkembang menjadi salah satu platform kerja sama internasional terkemuka.

Selama sembilan edisi sebelumnya, forum ini menghadirkan lebih dari 700 pembicara dari 30 negara dan region, melibatkan lebih dari 660 peserta pameran, serta menarik lebih dari 45.000 peserta dari 120 negara.

Summit juga telah memfasilitasi sekitar 5.400 pertemuan bisnis dan mendukung lebih dari 2.000 proyek, termasuk kesepakatan di bidang infrastruktur, keuangan, teknologi, hingga pengembangan hijau.