Disdik Garut Komitmen Meningkatkan IPM dan Mutu Pendidikan

KabarSunda.com- Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut Asep Wawan menegaskan, bahwa pihaknya memiliki komitmen untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 73,68 pada tahun 2029, serta menaikkan rata lama sekolah (RLS) dan harapan lama sekolah (HLS) .

Target lainnya adalah meningkatkan Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk SD menjadi 100% dan SMP menjadi 96,35%.

‎Dikatakan Asep Wawan, ‎untuk mencapai target tersebut, Disdik Garut telah merumuskan 6 program, 18 kegiatan, dan 96 sub-kegiatan, yang mencakup Program Keunggulan Pendidikan, Pengembangan Kurikulum, dan Pengembangan Pendidik.

‎Asep berharap, dengan kerja keras dan kolaborasi, mutu pendidikan di Garut dapat terus meningkat.

Aswan begitu sapaan Asep Wawan, memaparkan kondisi terkini pendidikan di Garut, termasuk perbandingan dengan Jawa Barat dan nasional. Beberapa data yang disampaikannya diantaranya:

  • IPM Garut memiliki IPM 69,9, jauh di bawah IPM Jawa Barat (74,92), menempatkan Garut di peringkat ke-26 dari 27 kabupaten/kota.
  • Rata-rata Lama Sekolah (RLS): 7,85 tahun, di bawah rata-rata Jawa Barat (8,87 tahun), menempatkan Garut di peringkat 21.
  • Harapan Lama Sekolah (HLS): 12,17 tahun, di bawah rata-rata provinsi (12,80 tahun), menempatkan Garut di peringkat 24.

‎Aswan juga menyoroti persentase pendidik yang belum bersertifikat, yaitu 92% untuk PAUD, 38,15% untuk SD, dan 45,6% untuk SMP. Ia mengakui masih banyak guru di Garut yang belum memiliki sertifikat.

Perlu diketahui, bahwa IPM adalah sebuah indikator yang mengukur kualitas hidup penduduk di suatu wilayah, dilihat dari tiga dimensi utama: umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup yang layak. Nilai IPM yang lebih tinggi menunjukkan tingkat pembangunan manusia yang lebih baik di wilayah tersebut.