553 ASN di Kota Bandung Purna Tugas, Jejak Pengabdiannya Akan Terus Terpatri  

KabarSunda.com- Ratusan aparatur sipil negara Kota Bandung berkumpul dalam suasana haru dan kebanggaan di Hotel Holiday Inn, Rabu, 17 September 2025.

Sebanyak 553 ASN resmi dilepas setelah puluhan tahun mengabdi bagi Kota Kembang. Pelepasan purna tugas ini menjadi momen penghormatan yang tak sekadar seremonial, tetapi pengakuan atas jejak pengabdian yang telah mereka ukir.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berdiri di hadapan para purna tugas, menyampaikan terima kasih yang dalam.

Ia menegaskan bahwa pengabdian sebagai ASN bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga ibadah yang menjadi amal jariyah.

Kata-katanya menyentuh, mengingatkan bahwa setiap langkah kerja birokrasi adalah bagian dari upaya menyejahterakan rakyat dan menjaga wibawa pemimpin.

Bagi Farhan, perjalanan panjang para ASN ini adalah bukti ketangguhan birokrasi. Mereka melewati krisis ekonomi 1998, perubahan sistem politik, dan pandemi Covid-19, tetap bertahan serta menjaga profesionalisme.

Jejak pengabdian, menurutnya, akan terus hidup, menjadi teladan bagi generasi berikutnya.

Ia bahkan mendorong para pensiunan untuk tetap kritis dan memberi masukan, menganalogikan peran mereka seperti gajah yang meninggalkan jejak subur untuk tumbuhnya pohon kebaikan di masa depan.

Kepala BKPSDM Kota Bandung, Evy Hendarin melaporkan, bahwa ratusan purna tugas ini berasal dari beragam jabatan, mulai dari pejabat eselon II hingga tenaga fungsional guru, kesehatan, dan teknis.

Setiap nama yang disebut mewakili kisah pengabdian yang panjang, penuh suka duka, dan dedikasi yang jarang disorot.

Bambang Suhari, mantan Kepala Disciptabintar, mewakili para purna tugas menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan.

Baginya, meski status kepegawaian berakhir, panggilan pengabdian tidak akan padam.

Ia juga mengingatkan ASN aktif untuk menjaga integritas dan loyalitas, mengutip pesan lama bahwa kepercayaan tidak diberikan begitu saja, tetapi diperjuangkan dan dipelihara.

Deretan nama pejabat yang turut dilepas—seperti Tantan Suryasantana dari Dinas Pendidikan dan Asep Kuswara dari Dinas Perhubungan—menjadi simbol perubahan generasi di tubuh birokrasi Bandung.

Namun, di balik pergantian itu, ada nilai-nilai kerja keras dan dedikasi yang tetap terjaga. Pelepasan ini menegaskan bahwa meski masa tugas usai, jejak pengabdian para ASN akan terus terpatri dalam perjalanan Kota Bandung.