Hari Santri 2025 Usung Tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, Ini Rangkaian Acaranya

Ilustrasi - Kementerian Agama menggelar rangkaian Hari Santri 2025 bertema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”. Berikut jadwal lengkap Astahasa, delapan agenda utama Hari Santri 2025. (Pixabay/cahiwak)

KabarSunda.com – Kementerian Agama (Kemenag) bersiap menggelar rangkaian peringatan Hari Santri 2025 mulai pekan depan.

Tahun ini, peringatan Hari Santri mengangkat tema besar “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, yang sekaligus menandai satu dekade pengakuan negara atas peran besar santri dalam perjalanan bangsa.

Hari Santri, yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober, bukan sekadar momentum seremonial, melainkan ruang untuk merefleksikan kontribusi kaum santri dari masa perjuangan kemerdekaan hingga kiprah mereka dalam pembangunan Indonesia masa kini.

Sejak ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, peringatan ini selalu diisi dengan kegiatan bernuansa religius, sosial, pendidikan, hingga kebangsaan.

Pada tahun 2025, peringatan Hari Santri dikemas dalam konsep Astahasa, yang berarti delapan agenda utama. Setiap kegiatan memiliki makna simbolik terkait nilai perjuangan santri bagi bangsa.

Delapan agenda itu meliputi acara pembukaan, halaqah keilmuan, forum internasional, gerakan lingkungan, hingga malam puncak bersama Presiden RI.

Rangkaian Agenda Hari Santri 2025

Berikut jadwal lengkap agenda Hari Santri 2025:

1. Ithlaq Hari Santri – 22 September 2025, Tebuireng Jombang. Acara ini menjadi penanda resmi dimulainya rangkaian Hari Santri 2025.

2. Halaqah Astalokha – 22 September–20 Oktober 2025, digelar di delapan titik strategis nasional. Forum ini membahas berbagai isu keumatan, kebangsaan, dan tantangan global.

3. Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Internasional – 1–7 Oktober 2025, di Pesantren As’adiyah, Sengkang, Sulawesi Selatan. Agenda ini menghadirkan peserta dari dalam dan luar negeri.

4. Gerakan Ekoteologi “Satu Santri Satu Pohon” – 2 Oktober 2025, di 100 titik di 34 provinsi. Gerakan ini menekankan kepedulian santri terhadap kelestarian lingkungan.

5. Expo Kemandirian Pesantren – 2–7 Oktober 2025, di Sengkang Wajo dan PTKIN seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi ajang unjuk karya santri dalam bidang ekonomi dan kewirausahaan.

6. Pesantren Award 2025 – 20 Oktober 2025, di Auditorium HM Rasjidi, Kemenag. Penghargaan ini diberikan kepada pesantren yang dinilai berprestasi dalam berbagai aspek.

7. Doa Santri untuk Negeri – 21 Oktober 2025, di Masjid Istiqlal dan digelar daring serentak di 34 provinsi. Acara ini memperkuat semangat spiritual untuk Indonesia.

8. Malam Bakti Santri untuk Negeri Bersama Presiden RI – 25 Oktober 2025, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Malam puncak ini akan menjadi simbol pengakuan negara terhadap kontribusi santri.

Makna Satu Dasawarsa Hari Santri

Tahun 2025 menandai sepuluh tahun perjalanan Hari Santri sebagai peringatan nasional.

Selama satu dekade terakhir, santri tak hanya dikenal sebagai penjaga moral dan tradisi keagamaan, tetapi juga bagian penting dalam penguatan literasi digital, kewirausahaan, pendidikan, hingga gerakan peduli lingkungan.

Menurut Kemenag, tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” mencerminkan keyakinan bahwa santri harus hadir di garis depan dalam menghadapi tantangan global, menjaga semangat kebangsaan, serta berkontribusi membangun Indonesia yang berdaya saing di tingkat internasional.

Rangkaian Hari Santri tahun ini juga menjadi wadah untuk menampilkan wajah pesantren yang semakin berdaya.

Dari bidang pendidikan, dakwah, hingga ekonomi kreatif, pesantren diharapkan terus menjadi pusat lahirnya inovasi yang bermanfaat luas bagi masyarakat.

Dengan agenda yang tersebar di berbagai daerah, Hari Santri 2025 tidak hanya menjadi milik komunitas pesantren, tetapi juga ruang partisipasi publik dalam mengapresiasi peran santri.

Peringatan ini sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani nilai perjuangan, kemandirian, dan kepedulian sosial yang diwariskan oleh para santri.***