Budaya  

Totopong atau Ikat Kepala Menjadi Ciri Khas Cagub Jabar Dedi Mulyadi

Ikat kepala sudah menjadi ciri khas Dedi Mulyadi.

KabarSunda.com- Totopong adalah ikat kepala pria dari Sunda yang juga memiliki bermotif batik khas Sunda. Terbuat dari sebuah kain persegi berukuran 50×50 sentimeter. Saat diikatkan ke kepala menjadi bermacam-macam variasi.

Ikat kepala ini sering dipakai oleh Calon Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi.

Di banyak kesempatan, Dedi Mulyadi tampil di hadapan publik dengan mengenakan ikat Sunda. Ikat kepala ini sudah menjadi ciri khasnya.

Namun, saat ini totopong tidak lagi digunakan dalam keseharian, melainkan untuk salah satu penanda orang Sunda, pelengkap pakaian adat, dan pelengkap busana tarian saat pertunjukkan daerah.

Totopong memiliki berbagai variasi, sesuai dengan teknik ikatnya, seperti brambang semplak, parekos nangka, julang ngapak, dan jamparing layung.

Brambang Semplak
Brambang semplak biasanya dipakai oleh para jawara. Brambang semlak adalah bentuk simpel yang melipat kain batik Sunda kotak menjadi segitiga, kemudian melilitkannya ke kepala dan mengikatnya di bagian belakang kepala.

Julang Ngapak
Ikat ini biasa dipakai oleh orang tua. Julang Ngapak memiliki bentuk akhir seperti dua tanduk kerbau lurus di bagian depan kepala.

Parengkos Nangka
Parengkos nangka sangat simpel dan mudah, sehingga jika terburu-buru biasanya varian ikat ini sering dipakai. Benutuk akhirnya akan seperti segitiga di atas dahi ddengan ikatan di bagian belakang kepala.

Jamparing Layung
Variasi ikat ini merupakan variasi kontemporer yang dikembangkan oleh pecinta totopong, dengan hasil akhir memiliki segitiga kecil menyerong di atas dahi.

Selain keempat variasi tersebut, ikat juga terdiri dari berbagai variasi lainnya, seperti tutup liwet, parengkos jengkol, kole nyangsang, lohen, dan porten.

Ikat kepala mulai digunakan sejak zaman dahulu, bukan hanya sebagai pelengkap berbusana, tetapi juga memiliki fungsi lain, di antaranya:
o Penutup rambut
o Pelindung kepala
o Alat untuk melindungi diri
o Alat untuk membawa barang
o Dapat digunakan sebagai sajadah ketika shalat
o Simbol status sosial pria; simbol ini ditunjukkan melalui model dan jenis kain yang digunakan untuk iket.
o Penghormatan terhadap kedudukan seorang pria, sebagai contoh apabila menghadap priayi, pejabat pemerintah setempat dan ulama.