5.100 Siswa Jawa Barat Belajar AI, Puncaknya di Hackathon Bandung

KabarSunda.com- Sebanyak lebih dari 5.100 siswa dan 40 guru dari 40 SMA/SMK/MA di Jawa Barat mengikuti program literasi kecerdasan buatan (AI) yang digelar Prestasi Junior Indonesia (PJI) bersama Amazon Web Services (AWS) sepanjang Januari hingga Agustus 2025.

Program ini dirancang untuk memperkuat pemahaman dasar sekaligus keterampilan praktis di bidang AI dan machine learning.

Ketua Pengurus Prestasi Junior Indonesia, Pribadi Setiyanto, dalam penutupan AI Hackathon di Bandung, Sabtu (23 Agustus 2025), menekankan pentingnya ruang eksplorasi bagi generasi muda dalam memanfaatkan teknologi.

“AI Hackathon memperlihatkan ketika siswa diberi ruang untuk bereksperimen, mereka mampu menghasilkan ide-ide segar dan inovatif. Bersama AWS, kami bangga dapat memfasilitasi mereka untuk menjadikan aspirasi teknologi sebagai karya yang bermanfaat,” kata Pribadi melalui keterangan pers, dikutip Senin, 29 September 2025.

Menurut laporan AWS dan Strand Partners, lebih dari 18 juta atau 28 persen pelaku usaha di Indonesia telah mengadopsi AI, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 47 persen.

Namun, sekitar 57 persen pelaku usaha masih khawatir akan minimnya tenaga kerja terampil. Program STEM Capacity Building yang dijalankan PJI menjadi salah satu upaya untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

Puncak rangkaian program berlangsung dalam bentuk AI Hackathon di Bandung pada 23 Agustus 2025. Sebanyak 246 siswa dari 31 sekolah yang terbagi dalam 52 tim berkompetisi menciptakan solusi berbasis AI dengan tema “AI for Education.”

Tim SoLearn dari SMAN 2 Cibinong keluar sebagai juara pertama berkat aplikasi “Learn to Earn” yang menggabungkan pembelajaran interaktif, gamifikasi, serta fitur AI untuk mendukung guru dan siswa.

Restu Hidayat, perwakilan Tim SoLearn, mengungkapkan pengalaman berharga yang ia dapatkan selama kompetisi.

“Melalui pendampingan dan pelatihan, saya belajar bagaimana mengembangkan ide secara sistematis dan memperoleh kepercayaan diri untuk mempresentasikannya dengan baik. Kami sangat berterima kasih kepada para mentor, sekolah, AWS, dan PJI atas dukungannya,” ujarnya.

Selain siswa, program ini juga menobatkan sejumlah guru sebagai Teacher Ambassadors untuk memperluas literasi AI di sekolah. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap inisiatif ini.

“Program PJI bersama AWS sejalan dengan visi Jawa Barat Istimewa yang menekankan pentingnya inovasi, daya saing, dan pembangunan sumber daya manusia,” kata Dedi.

Dukungan serupa juga disampaikan Indonesia Regional Manager of Data Center Operations AWS, Winu Adiarto.

“Literasi AI adalah fondasi penting bagi talenta masa depan Indonesia agar mampu meraih kesuksesan di masa mendatang. Kami sangat senang melihat kreativitas siswa serta suasana pembelajaran kolaboratif yang tercipta melalui program ini,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi lintas pihak, PJI dan AWS berkomitmen melanjutkan dukungan bagi guru dan siswa untuk mengembangkan keterampilan digital. Harapannya, literasi AI dapat mendorong generasi muda Indonesia lebih siap menghadapi tantangan ekonomi digital di masa depan.