KabarSunda.com- Kepala Sekolah Rakyat-39 Kabupaten Garut, Andi Yasir Habibi mengatakan, berdasarkan imformasi dari Kementerian Sosial RI, Sekolah Rakyat Rintisan Terintegrasi (SRT) yang di pimpinnya saat ini akan ditarik dan di satukan dengan sekolah rakyat lainnya yang ada di wilayah Priangan Timur.
“Rencananya SR Garut akan berkantor di Kabupaten Sumedang bersama Kabupaten Tasik,”katanya, di Garut, Selasa, 28 April 2026.
Ia mengatakan, jika rencana merger tersebut terealisasi, bagi dirinya tidak ada masalah, karena sebagai abdi negara sudah menjadi konsekwensi harus siap ditempatkan dimana saja.
“Ya kalaupun jadi disatukan, saya sih siap siap saja,”katanya.
Ia menyampaikan, namun yang menjadi masalah saat ini terkait kesiapan untuk warga yang menjadi peserta didik SR, baik yang saat ini sedang dalam proses pendidikan maupun calon peserta didik berikutnya.
“Masalahnya, apakah mau orang tua dan siswanya menempuh proses pendidikan diluar daerah Garut,”ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut Nurdin yana, mengaku belum mendapat imformasi terkait hal itu.
“Jujur kami belum mengetahui hal itu, namun kami akan segera melakukan konsultasi dan koordinasi mengenai imformasi tersebut,” katanya.
Sebelumnya Ia mengatakan, jika persiapan sekolah rakyat permanen masih terus berjalan meskipun memang ada kendala yang dihadapi.
“Sekolah rakyat ya kita sedang berjalan cuma jujur kita hari ini masih kekurangan lahan belum kita miliki saat ini,” katanya.
“Kami akan terus berupaya ke Pemerintah Pusat untuk memberikan ruang bagaimana Kabupaten Garut bisa memiki tanah yang representatif untuk dibangunkan sekolah rakyat permanen,”ujarnya.
Ia menyampaikan memang saat ini pihaknya sudah mendapatkan beberapa alternatif lahan yang bisa dijadikan tempat untuk pembangunan sekolah rakyat permanen.
“Sebenarnya alternatif sudah ada kemarin juga Kemensos sudah di Cisurupan sudah bagus,” katanya.
Saat ini kata Nurdin sudah ada tiga tempat sebagai alternatif untuk pembangunan sekolah rakyat permanen di Kabupaten Garut seperti di daerah Cisurupan, Banyuresmi, dan juga Samarang.
“Yang Samarang kemarin tidak ada kesesuaian harga sehingga kita tidak bisa mendapatkan itu,” tuturnya.











