KabarSunda.com- Berikut ini merupakan daftar jurusan kuliah yang selama ini jarang dilirik calon mahasiswa.
Meski kurang diminati, jurusan-jurusan tersebut ternyata menawarkan prospek kerja yang menjanjikan dan peluang karier yang cukup luas.
Rekomendasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi lulusan SMA maupun SMK yang tengah mencari pilihan program S1 yang potensial untuk masa depan.
Jika kamu saat ini duduk di bangku kelas 12 SMA atau SMK, inilah waktu yang tepat untuk mulai mencari referensi jurusan kuliah yang akan kamu pilih setelah lulus.
Setiap kampus menawarkan banyak pilihan program studi yang sudah sangat familiar, seperti Jurusan Ekonomi, Pertanian, hingga Kedokteran. Hampir seluruh perguruan tinggi memiliki jurusan-jurusan tersebut.
Namun, tahukah kamu bahwa ada lima jurusan langka yang hanya tersedia satu-satunya di Indonesia?
Jurusan-jurusan ini tidak banyak dikenal, tetapi justru memiliki prospek kerja yang sangat menjanjikan.
Banyak perusahaan dari luar negeri yang membutuhkan lulusan di bidang tersebut, sehingga peluang karier dan potensi gajinya pun sangat tinggi.
Daftar jurusan langka ini bisa menjadi pertimbangan berharga bagi kamu yang berencana mendaftar ke PTN (Perguruan Tinggi Negeri) pada tahun 2026, baik melalui jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), maupun jalur mandiri.
Jadi, apa saja jurusan S1 langka yang bisa kamu pilih untuk kuliah tahun 2026? Simak informasi lengkapnya hingga akhir.
5 jurusan kuliah satu-satunya di Indonesia
1. Teknik Nuklir – Universitas Gadjah Mada (UGM)
Negara-negara maju seperti Rusia, Amerika Serikat, hingga China dikenal memiliki kebutuhan tinggi terhadap tenaga ahli di bidang Teknik Nuklir.
Kebutuhan tersebut mencakup berbagai sektor strategis yang memanfaatkan teknologi nuklir.
Di Indonesia sendiri, program studi ini hanya tersedia di Universitas Gadjah Mada (UGM), menjadikannya salah satu jurusan langka dengan prospek kerja yang sangat menjanjikan.
Ruang lingkup keahlian lulusan Teknik Nuklir sangat luas.
Mereka mempelajari pemanfaatan teknologi nuklir untuk pembangkitan energi, penggunaan isotop dan radiasi dalam berbagai proses industri, hingga aplikasi di layanan kesehatan, khususnya radiologi klinis seperti radiodiagnostik dan radioterapi.
Selama masa perkuliahan, mahasiswa akan dibekali dengan dasar matematika dan ilmu sains yang kuat, serta pengalaman eksperimen untuk meningkatkan kemampuan praktis.
Pendekatan ini dirancang agar mahasiswa mampu memahami konsep nuklir secara menyeluruh dan siap terjun di berbagai bidang yang membutuhkan keahlian tinggi tersebut.
Biaya kuliah: Rp0 – Rp12.300.000 per semester
2. Astronomi – Institut Teknologi Bandung (ITB)
Dilansir dari laman resmi ITB, Minggu (30 November 2025), ilmu astronomi pada dasarnya merupakan bidang yang memadukan matematika dan fisika untuk mempelajari segala sesuatu tentang benda langit.
Mahasiswa astronomi akan belajar mengamati, menganalisis, hingga memodelkan berbagai fenomena kosmik dengan memanfaatkan data alam semesta, dibantu statistika serta prinsip-prinsip fisika yang berlaku di bumi maupun lingkungan sekitarnya.
Meski terdengar sangat spesifik, jurusan ini memiliki prospek kerja yang luas dan dibutuhkan oleh banyak institusi di berbagai negara.
Lulusan astronomi berpeluang berkarier di lembaga antariksa pemerintah seperti NASA, maupun di perusahaan swasta berskala global seperti SpaceX yang dimiliki Elon Musk.
Walaupun Program Studi Astronomi ITB menjadi satu-satunya di Indonesia, kualitasnya tidak perlu diragukan.
Prodi ini telah meraih akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) serta mendapatkan akreditasi internasional dari ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik), yang menegaskan standar pendidikannya telah diakui secara global.
Biaya kuliah: Rp500.000 – Rp12.500.000 per semester
3. Manajemen Katering Industri – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Bagi kamu yang punya ketertarikan besar pada dunia kuliner, ada satu jurusan unik yang patut dipertimbangkan, yaitu Jurusan Manajemen Katering. Menariknya, program studi ini merupakan satu-satunya jurusan sejenis yang ada di Indonesia.
Selama menempuh pendidikan, mahasiswa tidak hanya belajar soal kuliner, tetapi juga dibekali materi yang mencakup pariwisata, pelayanan, bisnis, hingga pengembangan produk kreatif.
Secara konsep, jurusan ini memiliki kemiripan dengan program studi perhotelan yang lebih dulu dikenal luas.
Setelah lulus, peluang kerja yang terbuka pun sangat beragam.
Alumni Manajemen Katering dapat berkarier di sektor pariwisata, terutama di hotel, restoran, maupun perusahaan jasa katering yang membutuhkan tenaga ahli dalam pengelolaan makanan dan manajemen layanan.
Biaya kuliah: Rp500.000–Rp6.170.000 per semester
4. Sastra Belanda – Universitas Indonesia (UI)
Di Indonesia, jurusan sastra memang tersebar di banyak perguruan tinggi. Namun, hanya Universitas Indonesia (UI) yang memiliki Jurusan Sastra Belanda, menjadikannya program studi yang unik dan langka di Tanah Air.
Melalui jurusan ini, mahasiswa akan mempelajari bahasa, ilmu sastra, dan kebudayaan Belanda secara mendalam.
Tidak hanya itu, mereka juga didorong untuk berkontribusi dalam pengembangan penelitian serta pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan kajian Sastra Belanda, baik dalam konteks nasional maupun global.
Peluang karier bagi lulusannya pun cukup luas.
Mereka dapat berprofesi sebagai penulis, akademisi, peneliti, pekerja di bidang kebudayaan, hingga terlibat dalam berbagai program kerja sama internasional yang membutuhkan kemampuan bahasa dan pemahaman budaya Belanda.
Biaya kuliah: Rp500.000–Rp8.303.000 per semester
5. Ilmu Keluarga dan Konsumen – Institut Pertanian Bogor (IPB)
Keunikan program studi ini terletak pada pendekatannya yang multidisipliner.
Bidang psikologi, sosiologi, komunikasi, manajemen, dan ekonomi dipadukan untuk memahami dinamika keluarga sekaligus perilaku konsumen.
Kolaborasi berbagai disiplin ilmu tersebut membuat lingkup pembelajarannya sangat luas dan relevan.
Mahasiswa akan mempelajari beragam materi, seperti teori keluarga, perkembangan anak, perilaku konsumen, hingga strategi pemasaran sosial yang digunakan untuk merancang dan mengelola program peningkatan ketahanan keluarga, kualitas hidup anak, serta pemberdayaan konsumen.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga dibekali kemampuan menyusun program pemberdayaan masyarakat hingga melakukan riset yang berbasis kebutuhan keluarga dan konsumen.
Meski terdengar asing bagi sebagian orang, prospek kerja lulusan program studi ini justru sangat beragam.
Mereka dapat berkarier sebagai ahli pemberdayaan keluarga, staf atau pengelola CSR perusahaan, konsultan, asisten peneliti, maupun pengelola program di berbagai lembaga, baik swasta maupun pemerintahan.
Biaya kuliah: Rp500.000–Rp11.000.000 per semester











