KabarSunda.com- Parahnya lalu lintas di Kota Bandung dan sekitarnya mendesak para pemangku kepentingan di Jawa Barat perlu terwujudnya proyek transportasi massal Light Rail Transit (LRT) Bandung Raya.
Meski belum jelas kapan mulai dibangun dan jalur mana yang akan dibangun, namun di dunia maya sudah banyak berseliweran peta jaringan LRT Bandung Raya yang akan menjangkau kota-kota di sekitarnya, yakni Kabupaten Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, hingga Kabupaten Sumedang.
Nantinya dalam perencanaan, jaringan sistem LRT Bandung Raya dengan pusat terminal di Leuwipanjang (Kota Bandung) akan menjangkau hingga ke Soreang, Walini, Maribaya, Majalaya, hingga Jatinangor.
Harapan ini semakin menggembirakan setelah adanya dukungan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Dalam pertemuan terbaru beberapa waktu lalu antara Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dibahas tentang program LRT Bandung Raya.
Dudy menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan akan terus mendukung pengembangan transportasi publik di wilayah Jawa Barat, sehingga memudahkan mobilitas masyarakat. Tak terkecuali pembangunan LRT Bandung Raya.
“Kami terus mendukung Pemprov Jabar untuk mengembangkan sistem transportasi publik yang selamat, aman, nyaman, dan mudah diakses di wilayah Jawa Barat. Dengan hadirnya transportasi publik yang lebih efektif dan efisien, harapannya masyarakat Jawa Barat dapat bermobilitas dan terlayani dengan baik,” ujar Dudy dalam keterangannya.
Dalam banyak sumber, disebutkan bahwa LRT adalah sistem transportasi massal berbasis rel yang cocok beroperasi di kawasan perkotaan. Konstruksinya ringan, dan dapat berjalan bersama lalu lintas lain atau dalam lintasan khusus.
Dengan kapasitasnya mencontoh LRT Jakarta yang mampu mengangkut penumpang sebanyak 270 orang, menjadi solusi terbaik untuk mengurai kemacetan lalu lintas Kota Bandung dan sekitarnya.
Meski pada awalnya sempat berkembang dengan pembangunan priositas terlebih dahulu yakni koridor barat-timur dan selatan-utara yakni jalur Leuwipanjang-Babakan Siliwangi dan Leuwipanjang-Stasiun Tegalluar.
Meski studi kelayakan belum dilakukan dan penentuan koridor juga belum ditentukan, namuan di internet peta jaringan LRT Bandung Raya ini sudah berweliweran. Bahkan lengkap dengan stasiun pemberhentiannya.
Daftar Lengkap Jalur LRT Bandung Raya
Jika nantinya jaringan LRT Bandung Raya sudah terbangun semuanya maka dipastikan mobilitas warga akan semakin mudah, nyaman dan cepat dan tidak lagi harus menghadapi kemacetan.
Mengutip dari laman lrtbandung.co.id dan laman transports for bandung, mereka juga menayangkan peta lengkap LRT Bandung Raya dengan pusat terminalnya berada di kawasan Leuwipanjang, Kota Bandung.
Jaringan LRT Bandung Raya tersebut terdiri dari 8 koridor atau jalur ke segala arah ke barat, timur, utara, dan selatan. Jaringan ini akan menjangkau Walini hingga Maribaya (KBB) di bagian utara, Soreang dan Majalaya (Kabupaten Bandung) di selatan, dan Jatinangor (Kabupaten Sumedang) di bagian timur.
Delapan koridor yang membentuk jaringan LRT Bandung Raya tersebut, di tengahnya melintas jalur KRD Padalarang-Cicalengka, yang kedepannya akan dibangun jadi kereta listrik (KRL) dengan double track.
Adapun daftar jalur lengkap LRT Bandung Raya :
1.Leuwipanjang – Babakan Siliwangi
2.Dilanjut Babakan Siliwangi-Maribaya
3.Pasirluyu-Terminal Dago
4.Leuwipanjang-Jatinangor
5.Leuwipanjang-Cimahi-Walini
6.Kebon Kopi (Cimahi)-Stasiun Tegalluar-Majalaya
7.Leuwipanjang-Soreang
8.Kacapiring-Banjaran
Nantinya di setiap koridor atau jalur akan dibangun halte atau tempat turun yang jumlahnya mencapai puluhan yang akan membuat mobilitas warga di Bandung Raya akan semakin mudah. Jaringan LRT yang cukup lengkap tersebut, diharapkan akan mengalihkan para penumpang kendaraan pribadi ke transportasi berbasis rel tersebut.
Pertimbangannya jelas, transportasi ini tidak akan terganggu macet dengan waktu tempuh yang lebih cepat dan tepat.











