Guru Besar Unpad Bongkar Bahaya Cesium-137: Picu Kanker, Bertahan di Tubuh 30 Tahun

KabarSunda.com- Guru Besar Kedokteran Nuklir Universitas Padjadjaran (Unpad), Achmad Hussein Kartamihardja, mengingatkan bahwa paparan radioaktif Cesium-137 (Cs-137) menyimpan ancaman jangka panjang bagi tubuh manusia.

Achmad menjelaskan, Cesium-137 dapat menimbulkan dua jenis efek, yakni deterministik dan stokastik.

“Efek deterministik seperti luka bakar pada kulit bisa muncul dalam waktu singkat. Namun yang lebih dikhawatirkan adalah efek stokastik yang bekerja secara diam-diam dan jangka panjang,” kata Achmad dikutip dari Antaranews, Kamis, 9 Oktober 2025.

Menurutnya, paparan radiasi bisa mengganggu fungsi sel tubuh.

“Paparan radiasi bisa menyebabkan sel-sel tubuh tidak mati, tapi terus membelah seperti sel kanker,” ujarnya.

Meniru Kalium, Menyusup ke Sel Tubuh

Achmad menjelaskan, Cesium-137 meniru karakteristik kalium, unsur penting dalam tubuh manusia.

Karena sifat itulah, Cs-137 dapat dengan mudah masuk ke dalam sel, lalu menyebar ke sumsum tulang dan memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Efeknya bisa menurunkan jumlah sel darah putih dan trombosit, yang berisiko memicu kanker darah.

Jika menyebar ke saluran pencernaan, paparan ini dapat menimbulkan mual, muntah, dan diare.

“Kalau sudah sampai ke otak, gejalanya bisa sangat berat: kejang-kejang, disorientasi, hingga koma dan kematian dalam hitungan jam atau hari,” ujar Achmad.

Bertahan Puluhan Tahun di Tubuh

Achmad menegaskan, Cesium-137 memiliki waktu paruh sekitar 30 tahun, artinya zat radioaktif ini dapat bertahan sangat lama di dalam tubuh manusia.

“Mereka yang terpapar tentu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui dampak terhadap darah dan sistem reproduksi. Tapi yang pasti, meskipun terpapar, mereka tidak akan menularkan ke orang lain,” tuturnya.

9 Orang Positif Terpapar di Cikande

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, sembilan orang dinyatakan positif terpapar radioaktif Cesium-137 di kawasan Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten.

Dari total 1.562 warga dan pekerja yang diperiksa, sembilan orang itu tidak menunjukkan gejala berat, namun langsung dirawat dan diberi obat dekontaminasi Prussian Blue.

Pemeriksaan dilakukan setelah ditemukannya kontaminasi Cs-137 di pabrik peleburan besi bekas di kawasan industri tersebut.

Berita sebelumnya, kasus ini bermula dari laporan paparan radioaktif pada produk udang beku ekspor yang dicegat otoritas Amerika Serikat pada Maret 2025.

Dugaan sementara, paparan tersebut berasal dari debu radioaktif yang terbawa angin dari pabrik peleburan besi di Cikande ke gudang pengemasan udang.

Meski kadar kontaminasi masih di bawah ambang batas aman, pemerintah tetap melakukan penanganan serius terhadap potensi risiko bagi masyarakat sekitar.

Desakan Perkuat Pengawasan Limbah Radioaktif

Pemeriksaan terhadap para pasien dilakukan dengan protokol ketat. Tenaga medis menggunakan pakaian pelindung dari timbal untuk mencegah paparan sinar gamma yang memiliki daya tembus tinggi.

Kasus ini memunculkan kekhawatiran publik atas lemahnya pengawasan terhadap limbah berbahaya di Indonesia.

Pemerintah didesak segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap pabrik peleburan besi yang menjadi sumber kontaminasi.

Masyarakat menuntut jaminan agar kebocoran radioaktif tidak terulang dan keamanan lingkungan industri lebih diawasi.