KabarSunda.com- Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menjadi satu-satunya kampus Islam di Indonesia yang masuk daftar kampus terbaik di dunia versi THE WUR 2026.
Berdasarkan hasil Times Higher Education (THE) World University Rankings 2025, ada 35 kampus terbaik di Indonesia yang masuk daftar ini.
Namun untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia, hanya Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung yang masuk dalam daftar.
THE WUR 2026 mengumpulkan data 2.191 kampus di 115 negara dan wilayah. Secara nasional, UIN Bandung berada di peringkat ke-17 di Indonesia, dan secara global masuk dalam klaster 1501+ dunia.
THE WUR 2026 mengukur kinerja perguruan tinggi global yang berdasarkan aspek pengajaran (bobot 29,5 persen), penelitian (29 persen), transfer pengetahuan yang berjalan (30 persen), industri (4 persen) dan pandangan internasional (7,5 persen). Total 18 indikator kinerja digunakan pada aspek-aspek ini.
Perkuat kolaborasi riset dan jejaring akademik internasional
Capaian ini menjadi bukti konkret dari komitmen UIN Bandung dalam meningkatkan mutu akademik, riset, serta tata kelola pendidikan tinggi berbasis internasionalisasi.
“Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil sinergi dan kerja keras bersama seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Kita terus berupaya menjadikan UIN Bandung unggul secara nasional dan diakui secara global. Ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi,” tegas Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Rosihon Anwar dilansir dari laman Kemenag, Senin, 13 Oktober 2025.
Rosihon menegaskan bahwa prestasi ini menjadi momentum penting bagi UIN Bandung untuk memperkuat kolaborasi riset dan jejaring akademik internasional.
“Kita ingin menunjukkan bahwa PTKIN memiliki kapasitas bersaing di tingkat global dengan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan,” jelasnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik Dadan Rusmana menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari keseriusan UIN Bandung dalam memenuhi lima indikator utama penilaian THE.
THE World University Rankings menilai universitas berdasarkan lima aspek:
- Teaching (lingkungan pembelajaran)
- Research (volume, pendapatan, dan reputasi)
- Citations (pengaruh riset)
- International Outlook (kerja sama internasional dan mobilitas)
- serta Industry Income (inovasi dan kontribusi pada industri). Semua aspek ini terus kita tingkatkan melalui program unggulan dan kolaborasi strategis.
“Alhamdulillâh, awal Oktober 2025 ini, UIN Bandung mendapatkan kabar gembira kembali terkait hasil rilis pemeringkatan perguruan global tinggi (World University Ranking) dari Times Higher Education (THE),” paparnya.
“Capaian ini perlu disyukuri dan dijadikan pijakan untuk peningkatan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi selanjutnya. Posisi pada pemeringkatan ini sangat bermanfaat sebagai tolok ukur penting bagi mahasiswa, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk menilai kualitas UIN Bandung dan perguruan tinggi lainnya pada kancah global,” sambungnya.
Secara konsisten, THE WUR melakukan pengumpulan data digital dari berbagai perguruan tinggi di berbagai belahan dunia.
Hasilnya, masih dapat diprediksi institusi-institusi dari Amerika Serikat dan Inggris seperti University of Oxford, Harvard University, dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) mendominasi posisi teratas.
Hal ini menunjukkan keunggulan mereka yang mapan dalam pengajaran dan riset. Namun, universitas-universitas di Indonesia, termasuk PTKIN, yang terus menunjukkan kenaikan yang signifikan, menegaskan persaingan global yang semakin ketat di sektor pendidikan tinggi.
Metodologi yang digunakan oleh THE WUR dikenal ketat karena menilai universitas berdasarkan lima pilar utama untuk memberikan perbandingan yang seimbang. Pilar-pilar tersebut mencakup pengajaran (lingkungan belajar), lingkungan riset (volume dan reputasi).
Kualitas riset (dampak kutipan publikasi ilmiah), pandangan internasional (staf dan mahasiswa internasional), dan pendapatan industri (transfer pengetahuan).
“Pilar kualitas riset dan pengajaran memiliki bobot yang paling besar, menegaskan pentingnya luaran akademik yang berpengaruh dan kualitas pengalaman belajar bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan UIN Bandung,” ujarnya.











