KabarSunda.com- Program Pembinaan Karakter siswa dalam program pendidikan pancawaluya yang di gagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM ).
Pengiriman sekarang ini, Selasa (19/5/2026) Batch atau kelompok kedelapan (8) dari gelombang sebelumnya pada tahun 2025 telah diberangkatkan kelompok ketujuh (7) siswa yang berasal dari sekolah SMA/ SMK di Jabar .
Program yang diambil dari 5 utama dalam budaya sunda, yang dalam pelaksanaannya melibatkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan TNI / POLRI yang terkait.
Berdasarkan keterangan Bidang PSMA Disdik Jabar yang sempat di wawancara, Andri dan Angga menjelaskan, bahwa program pancawaluya hari ini diikuti sebanyak 150 siswa/siswi SMA/SMK di Jabar, 100 siswa dan 50 siswi, jelasnya.
Persyaratan siswa yang diberangkatkan hari ini hasil seleksi yang dilakukan sekolah asalnya serta dari KCD bersama Disdik Jabar.
Siswa yang diberangkatkan hari ini dari OSIS, Pramuka dan Siswa yang ada kelainan, dalam tanda kutip terlibat kenakalan,ujar panitia.
Sebelum keberangkatan, terlebih dahulu siswa dikumpulkan di aula lantai 4 Disdik Jabar di hadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Kadisdik Jabar) Dr H. Purwanto.
Siswa peserta Pancawaluya sebelumnya diberikan arahan oleh pihak Komandan Marinir AL Lettu. Pian Purba.
Tidak diketahui materi yang diberikan kepada siswa peserta Pancawaluya, sehingga sambutan / arahan bapak TNI yang menjemput siswa ke Disdik Jabar.
Siswa diberangkatkan dengan menggunakan delapan Truck Marinir dengan tujuan Cilandak selama 14 hari untuk dibina disana.
Termasuk siswa yang diberangkatkan ada siswa SMAN 5 dan SMAN 2 yang viral saat tawuran. Pendamping Siswa Pncawaluya selain itu para siswa juga didamping oleh ASN disdik jabar dari Bidang PSMA sebanyak 6 orang.
Menurut Kadisdik Jabar, Dr.Purwanto pengiriman siswa ke barak untuk dilakukan pembinaan pada siswa, sedangkan untuk pengawasannya diserahkan ke guru BK masing masing sekolah dengan berkoordinasi dengan pihak Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah masing-masing, jelas kadisdik jabar.











