Pelantikan Fahmi Ummi Jabar 2026-2031 Digelar di Gedung Negara Sumedang

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menghadiri pelantikan pengurus wilayah Forum Silaturahmi Ummi Muslimah Indonesia (Fahmi Ummi) se-Jawa Barat periode 2026-2031 di Gedung Negara Sumedang.Dok-Diskominfosanditik Sumedang

KabarSunda.com- Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menghadiri pelantikan pengurus wilayah Forum Silaturahmi Ummi Muslimah Indonesia (Fahmi Ummi) se-Jawa Barat periode 2026-2031 di Gedung Negara Sumedang, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Agama Republik Indonesia yang juga Ketua Pembina Fahmi Ummi Romo R. Muhammad Syafi’i, Ketua Fahmi Ummi Pusat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, para tokoh perempuan, serta tamu undangan lainnya dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Bupati menyampaikan rasa bangga dan syukur karena Kabupaten Sumedang dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan pelantikan pengurus wilayah Fahmi Ummi Jawa Barat.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi Kabupaten Sumedang. “Hari ini adalah sebuah peristiwa bersejarah bagi kami, karena di Gedung Negara Sumedang dilaksanakan pelantikan Fahmi Ummi Jawa Barat.

Tidak banyak pelantikan tingkat provinsi yang menggunakan tempat di pendopo kabupaten, tentunya ini sebuah kehormatan bagi kami,” ujar Bupati Dony.

Bupati menegaskan, pelantikan tidak hanya sebatas seremoni organisasi, tetapi menjadi amanah besar dalam membangun keluarga, menjaga generasi dan memperkuat umat.

“Pelantikan ini adalah amanah untuk keluarga, amanah untuk menjaga generasi dan amanah untuk menjaga umat. Karena jika kaum perempuan sudah bergerak dengan ilmu pengetahuan, dengan hati, akhlak dan keikhlasan, maka yang dibangun bukan hanya sebuah komunitas, tetapi sebuah peradaban,” katanya.

Ia juga mendorong Fahmi Ummi untuk terus memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat desa dan kecamatan, sekaligus melakukan kaderisasi secara berkelanjutan.

“Teruskan konsolidasinya sampai tingkat desa dan kecamatan. Lakukan kaderisasi dan mobilisasi sehingga keberadaan Fahmi Ummi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Dony berharap, Fahmi Ummi dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun keluarga sakinah, memperkuat pendidikan karakter dan akhlak, serta meningkatkan pemberdayaan perempuan di tengah masyarakat.

“Fahmi Ummi diharapkan menjadi pusat penguatan pendidikan karakter dan akhlak, penguatan perempuan, serta mampu berkolaborasi dengan pemerintah untuk mewujudkan generasi yang berkualitas, cerdas dan berdaya saing,” tuturnya.

Sementara itu, Wamenag Romo R. Muhammad Syafi’i menjelaskan, Fahmi Ummi pertama kali didirikan pada tahun 2019 di Provinsi Sumatera Utara dengan melibatkan berbagai organisasi perempuan.

“Di sana lahir gagasan untuk membentuk rumah besar bagi seluruh organisasi perempuan dengan tujuan kaum perempuan tidak lagi menjadi objek dalam politik, ekonomi, hukum, pendidikan dan bidang lainnya. Saya ingin kaum perempuan menjadi subjek,” kata Wawenag yang juga  Ketua Pembina Fahmi Ummi.

Menurutnya, perempuan memiliki peran besar dalam menentukan arah kehidupan sosial dan politik bangsa. Oleh karena itu, Fahmi Ummi hadir untuk memperkuat kontribusi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

“Untuk itu kita membentuk organisasi perempuan yang baru, namun tidak hanya bergerak dalam bidang dakwah secara sempit. Kita ingin berdakwah dalam seluruh bidang kehidupan, karena kehidupan dan dakwah tidak bisa dipisahkan,” katanya.