Ini Alasan Bupati KBB Jeje Belum Tetapkan Status KLB Keracunan Makanan MBG di Cisarua

KabarSunda.com- Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail meninjau korban keracunan Makanan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami ratusan siswa di SMP Negeri 1 Cisarua, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Berdasarkan data terakhir, sampai malam tadi jumlah korban keracunan yang dialami siswa mencapai 161 orang.

Adapun insiden keracunan MBG ini jadi yang ketiga kalinya terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat, setelah di Cipongkor dan Cihampelas.

“Ya tentunya kami masih melakukan evaluasinya mengenai MBG ini. Pada dasarnya memang ini sudah saya sampaikan berkali-kali, programnya sangat baik sekali. Cuma kalau tidak dievaluasi dengan tepat ya pasti akan terjadi seperti ini,” kata Jeje, dikutip Rabu, 15 Oktober 2025.

Jeje mengaku prihatin. Terlebih karena fenomena serupa sebelumnya juga terjadi di daerah Cipongkor dengan sedikitnya korban 1.315 orang.

“Pertama di Cipongkor yang 1.000 sekian, sekarang 161 di Cisarua. Namun, alhamdulillah sudah banyak juga yang sudah pulang. Saya berharap semoga malam ini bisa banyak yang sudah pulih,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jeje menegaskan belum ada alasan untuk menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) kali ini.

Menurutnya, proses pemulihan siswa kali ini berjalan lebih cepat dibanding kejadian sebelumnya.

“Belum. Saat ini saya belum memutuskan untuk memiliki status KLB. Karena memang pemulihan ini lebih cepat dari yang di Cipongkor. Yang pasti fokus kami dari Pemda ya penanganan pasien itu yang paling utama buat kami,” terangnya.

Jeje juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan MBG di lapangan.

Ia menekankan, koordinasi lintas pihak, terutama antara pemerintah daerah dan Badan Pangan Nasional (BGN). Dengan begitu, diharapkan kejadian serupa tak terulang.

“Kan dari BGN ini sudah menyuruh untuk membuat satgas dari Pemda dari masing-masing provinsi, kabupaten dan lain-lainnya. Jadi ini mungkin akan kedepannya supaya bisa berjalan lah evaluasinya, satgasnya juga. Harus lebih ketat lah intinya seperti itu. Jangan sampai program yang baik ini bisa memberikan efek buruk,” terangnya.

Adapun soal dapur penyedia makanan MBG yang memasok ke SMPN 1 Cisarua, Jeje mengaku belum meninjau langsung. Namun ia berencana bakal segera mengecek dapur tersebut.

“Ini saya belum ngecek langsung ke lokasi. Saya pengin juga kesana supaya lebih tahu dapurnya seperti apa,” pungkasnya.