KabarSunda.com- Pemerintah Kota Bandung memulai uji coba angkutan kota (angkot) listrik yang dinamai Angkutan Kota Listrik untuk Bandung (Angklung), Selasa, 28 Oktober 2025.
Angkot listrik hasil kerja sama dengan PT Marlip Indo Mandiri ini dioperasikan di rute Gunung Batu–Stasiun Bandung.
“Ini merupakan bentuk inovasi baru yang kita jalankan. Memang belum sempurna, tapi kira-kira inilah salah satu bentuk hardware dari kendaraan angkot masa depan,” kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, dikutip dari siaran pers, Rabu, 29 Oktober 2025.
Farhan mengatakan, angkot listrik tersebut merupakan inovasi sektor transportasi yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Bandung yang berencana mereformasi pengelolaan transportasi publik.
“Kami mulai melangkah menuju ke arah yang diharapkan bisa menjadi reformasi dari manajemen angkutan di Kota Bandung,” kata dia.
Uji coba awal dilakukan dengan mengoperasikan 1 unit kendaraan Angklung selama tiga bulan. Hasil uji coba tersebut akan menjadi dasar perencanaan untuk pengembangannya pada tahun 2026.
“Kami coba satu unit dulu, kami lihat pengoperasiannya selama tiga bulan. Baterainya mampu menempuh hingga 200 kilometer, sementara jarak operasional per hari sekitar 180 kilometer. Jadi cukup sampai puku 21.00 WIB malam,” kata Farhan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Rasdian Setiadi mengatakan, pada tahap awal pengoperasian dipilih rute Gunung Batu-Stasiun Bandung untuk melihat respons masyarakat dan efektivitas kendaraan sebelum diperluas di rute-rute lainnya.
“Kami ingin lihat sejauh mana tanggapan masyarakat, karena kondisi angkot kita sekarang memang sudah cukup lama. Ini bagian dari upaya peremajaan dan peningkatan kualitas layanan,” kata dia.
Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi mengatakan, angkot listrik produksi Marlip tersebut diharapkan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Yang paling penting, harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat lebih efisien dan lebih tertib. Kehadiran Marlip tidak boleh menggusur apa yang sudah ada,” kata dia.
Founder PT Marlip Indo Mandiri Masrah Marang mengatakan, angkot listrik tersebut beroperasi sama seperti angkot lainnya. “Bedanya, sistem pembayarannya sudah cashless menggunakan QRIS dan tap card lewat eMoney,” kata dia.
Masrah mengatakan, sistem pembayaran digital tersebut diharapkan akan terintegrasi dengan layanan BRT (Bus Rapid Transit) yang telah beroperasi di Kota Bandung sehingga memudahkan masyarakat berpindah moda transportasi.











