KabarSunda.com- Graha Persib Bandung dipadati Bobotoh yang mengikuti nonton bareng pertandingan Persib Bandung menghadapi Persija Jakarta, di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu, 10 Mei 2026.
Bobotoh sangat antusias sebab ini merupakan laga klasik, menghadapi tim rival, sekaligus laga krusial untuk menuju perebutan gelar juara Super League Indonesia 2025/2026.
Tak hanya di dalam graha Persib yang digunakan nobar dipenuhi Bobotoh, bahkan di di balkon juga dipadati.
Tentunya Bobotoh berharap tim kebanggaannya bisa meraih kemenangan untuk tetap berada di puncak klasemen.
The Jakmania dari Bogor
Sementara itu, nonton bareng El Clasico Persib vs Persija di CGV PVJ tak hanya disaksikan oleh bobotoh. Di antara lautan biru itu, hadir sejumlah The Jakmania, di antaranya adalah Erick yang merupakan warga asal Bogor.
Mengadu nasib di Kota Kembang membuat pria berusia empat puluh tahun ini sudah akrab dengan pendukung setia Pangeran Biru.
Nyalinya cukup percaya diri dengan tegas mendukung Macan Kemayoran di antara bobotoh. Meski demikian, dia mengatakan tak ada yang terbawa perasaan.
“Sudah lama juga di Bandung, jadi orang-orang sekitar sudah tahu saya The Jak. Enggak ada yang baper, biasa saja suportif,” katanya, dikutip dari Tribunjabar.id, Minggu, 10 Mei 2026.
Dia tetap optimistis Persija mampu menang atau menahan imbang Persib Bandung.
“Harapan menang pasti ada. Syukur kalau menang, sudah imbang juga bagus,” imbuhnya.
Jika bobotoh kompak mengenakan jersey maupun baju senada dengan warna Persib, putih, biru. Erick memilih mengenakan baju sederhana, kaos berwarna hitam tak ada unsur dukungan.
“Biasa saja, kalau nonton di kandang baru pake jersey. Ya, di sini menghormati bobotoh juga. Saya juga berteman baik, malahan waktu menang tahun lalu (Persib) sempat dikasih baju Persib sama teman.”
“Bajunya juga sering saya pake yang Persib, tapi hati tetep oranye. Memang kadang suka bercanda sama teman, kalau nobar liga. Kalau kebobolan saya sorakin, kalo Persija kalah juga sama. Tapi ya itu bercandaan saja,” jelasnya.
Erick menilai pertandingan yang semula dilaksanakan di home base Persija memang membuat The Jakmania kecewa.
“Tentunya ini laga sengit. Selain dari kedua tim sepakbola memang pendukungnya sering bergesekan. Semata-mata digelar di Samarinda juga tentunya ada pertimbangan, tapi tetap menantikan bisa dijamu di kandang sendiri,” jelasnya.
Dia berharap, kedua suporter tetap menjaga kondusivitas. Meski diakuinya Persib dan Persija merupakan rivalitas yang kuat.
“Siapapun juaranya mereka terbaik. Sebagai pendukung kita menerima kemenangan maupun kekalahan,” tutur Erick.










