KabarSunda.com- Stasiun Bekasi Timur telah beroperasi kembali sejak Rabu (29 April 2026) lalu, setelah terjadinya tabrakan maut antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line PLB 5568 di lokasi tersebut, Senin (27 April 2026) malam.
Stasiun itu ditutup sejak kejadian dan baru dibuka lagi pada Rabu (29 April 2026) pukul 14.00 WIB.
“Volume pengguna di Stasiun Bekasi Timur juga berangsur normal kembali dan bahkan terus bertambah setelah stasiun ini kembali melayani naik-turun pengguna,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, dikutip dari keterangan resmi.
Normalisasi jalur masih terus dilakukan
Karina mengatakan, hingga saat ini proses normalisasi jalur rel terus berjalan dan menunjukkan perkembangan yang positif.
Berdasarkan data KAI Commuter, usai uji coba pada Rabu mulai pukul 14.00 WIB hingga jadwal terakhir, volume pengguna di Stasiun Bekasi Timur mencapai 5.266 orang yang naik dan 2.820 orang yang turun.
Sedangkan, pada Kamis (30 April 2026), tercatat sebanyak 8.188 orang yang naik dan 9.268 orang yang turun di stasiun tersebut.
Pada awal libur panjang akhir pekan ini, tercatat volume pengguna pada Jumat (1 Mei 2026), sudah menyentuh angka 14 ribu.
“Pada Sabtu kemarin, volume pengguna yang naik sebanyak 8.412 orang dan 9.275 orang yang turun di Stasiun Bekasi Timur,” ujar Karina.
Operasional KRL rute Cikarang terus membaik
Kondisi operasional perjalanan KRL Commuter Line Cikarang juga terus membaik. Mulai Kamis kemarin, jumlah layanan perjalanan Commuter Line Cikarang kembali normal.
KCI mengoperasikan sebanyak 281 perjalanan di lintas Cikarang setiap harinya.
Ketepatan waktu KRL Cikarang belum normal, tapi terus membaik
Di sisi ketepatan waktu perjalanan juga terus membaik. Keterlambatan waktu perjalanan makin berkurang pascaproses evakuasi.
Pada Kamis, rata-rata keterlambatan keberangkatan adalah 25 menit dan pada Jumat berkurang menjadi 15 menit.
Pada Sabtu, rata-rata keterlambatan keberangkatan perjalanan Commuter Line Cikarang kembali berkurang hingga 9-10 menit seiring terus dilakukannya proses normalisasi jalur rel.
“Tren ini menunjukkan normalisasi mobilitas masyarakat yang mengandalkan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur,” kata Karina.











