Budaya  

Lenong ‘Nyedengin Baju’: Supian Suri Hadirkan Gelak Tawa Pengunjung Lebaran Depok 2026

Lenong Nyedengin Baju pada acara Lebaran Depok 2026 di Alun-alun Timur Grand Depok City, Kamis (07/05/26). (Foto: JD 01/Diskominfo Depok).

KabarSunda.com- Gelak tawa pecah saat pertunjukan lenong berjudul Nyedengin Baju tampil menghibur pengunjung Lebaran Depok 2026 di Alun-alun Timur Grand Depok City, Kamis (07/05/26).

Meski dibawah terik matahari,  penonton tetap bertahan duduk dan berdiri mengelilingi area pertunjukan untuk menyaksikan tingkah lucu para pemain yang tampil dengan gaya khas Betawi.

Sorotan utama datang dari Wali Kota Depok, Supian Suri yang tampil nyentrik.

Mengenakan kemeja putih dipadukan rompi hitam, rambut klimis, syal motif bulat warna navy, serta sepatu putih bergaya ala tahun 70-an.

Dalam cerita, ia berperan sebagai seorang ayah yang memiliki anak laki-laki dan perempuan.

“Ini kita mau lebaran, jadi kudu keren,” kelakarnya.

Sementara itu, Mpok Aida berperan sebagai istri Supian yang ikut meramaikan jalan cerita dengan celetukan-celetukan khas Betawi.

Kisah dalam pertunjukan ini mengangkat suasana menjelang Lebaran Idulfitri.

Momen saat keluarga sedang sibuk memikirkan kebutuhan baju baru untuk anak-anaknya.

Dalam salah satu adegan, Mpok Aida mengadu kepada Babehnya, Kyai Maksum, karena anak-anaknya belum juga dibelikan pakaian baru.

Dialog khas Betawi yang spontan membuat suasana semakin hidup. “Babeh ini kita kan mau lebaran besok, anak-anak pada belom dibeliin baju beh,” ujarnya.

Kehangatan keluarga mulai terasa ketika emak, dan baba datang membawa baju untuk cucu-cucunya.  Tetapi, candaan tetap hadir lewat celetukan.

‘Bini mah urusan lu, Pian. Tapi beli baju agak gedean, biar bisa dipake sampe tahun-tahun berikutnya,” ucap Kyai Masum kepada Supian Suri.

Adegan penutup pun terasa hangat saat keluarga saling berterima kasih karena anak-anak akhirnya mendapatkan baju Lebaran.

Dialog sederhana namun penuh makna itu membuat pertunjukan tak hanya menghibur, tetapi juga menggambarkan nilai kekeluargaan dan kebersamaan dalam tradisi Betawi.

“Emak Baba makasih udah ngasih baju lebaran buat anak-anak,” ujar Supian.

Nyedengin Baju bukan hanya sekedar pertunjukan. Tetapi tradisi yang juga memiliki makna, karena orang-orang pada zaman dahulu sengaja membeli baju berukuran besar supaya di tahun berikutnya bisa dipakai lagi.