Wali Kota Cimahi Dukung Rencana Pembangunan Underpass Gatot Subroto Tahun 2026

KabarSunda.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun underpass di Jalan Gatot Subroto, Cimahi.

Proyek ini masuk dalam program prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar tahun 2026 dan diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk persoalan kemacetan di kawasan tersebut.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengatakan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan jajaran TNI terkait rencana pembangunan yang turut melibatkan lahan aset militer. Ia memastikan dukungan penuh dari pihak TNI untuk pelaksanaan proyek tersebut.

“Komunikasi dan koordinasi menjadi hal yang paling utama. Alhamdulillah, kami bersyukur keluarga besar TNI menyetujui rencana pembangunan underpass pada 2026,” ujar Ngatiyana, Selasa, 25 November 2025.

Ngatiyana menambahkan, langkah selanjutnya adalah pembahasan administrasi teknis, termasuk penetapan lokasi dan penyesuaian dokumen pendukung. Ia menegaskan bahwa seluruh proses harus mengikuti regulasi yang berlaku, terutama terkait penggunaan lahan milik TNI.

“Pihak TNI sudah memberikan persetujuan, tinggal proses administrasi berikutnya. Jangan sampai ada pelanggaran aturan, termasuk terkait lahan TNI yang terdampak pelebaran jalan. Semua akan kami selesaikan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Menurut Ngatiyana, pembangunan underpass di Jalan Gatot Subroto menjadi kebutuhan mendesak mengingat peningkatan volume kendaraan dan pergerakan kereta api di area tersebut. Kondisi ini semakin dipengaruhi oleh beroperasinya Kereta Api Feeder untuk penumpang Kereta Cepat Whoosh jurusan Jakarta–Bandung.

Kereta Feeder yang melayani perjalanan dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung dan sebaliknya membuat frekuensi buka-tutup perlintasan sebidang meningkat, sehingga memperparah kemacetan.

“Salah satu dasar pembangunan underpass adalah menghilangkan perlintasan sebidang sesuai aturan Kementerian Perhubungan. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan,” ucapnya.

Selain aspek kelancaran lalu lintas, Ngatiyana menekankan pentingnya pembangunan underpass untuk menekan risiko kecelakaan. Intensitas pergerakan kereta api, termasuk Kereta Feeder yang melintas setiap 15 hingga 30 menit, dinilai meningkatkan potensi insiden di perlintasan.

“Dengan frekuensi kereta yang tinggi, risiko kecelakaan juga makin besar. Karena itu, pembangunan underpass menjadi solusi yang harus kami dorong,” jelas Ngatiyana.

Ia berharap seluruh proses persiapan dapat berjalan lancar sehingga konstruksi underpass bisa dimulai sesuai jadwal dan memberi manfaat signifikan bagi masyarakat Cimahi.