KabarSunda.com- Volume kendaraan di Simpang Susun Cileunyi, Kabupaten Bandung, mengalami peningkatan signifikan menjelang libur Natal 2025.
Berdasarkan pantauan hingga siang hari, ribuan kendaraan tercatat keluar dan masuk Gerbang Tol Cileunyi, menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu titik krusial arus lalu lintas di wilayah timur Bandung.
Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Polresta Bandung, AKP Sugih, menyebutkan bahwa hingga pukul 14.00 WIB, jumlah kendaraan yang keluar dari Gerbang Tol Cileunyi mencapai sekitar 4.700 kendaraan, sementara kendaraan yang masuk ke gerbang tol tersebut tercatat sebanyak 5.200 kendaraan.
“Dari data yang kita pantau sampai siang hari ini, sudah terlihat peningkatan arus lalu lintas menjelang Natal,” ujar AKP Sugih, Rabu, 24 Desember 2025.
Selain itu, distribusi arus kendaraan menunjukkan mayoritas pengguna jalan memilih jalur tol. Sekitar 60 persen kendaraan masuk ke Gerbang Tol Cileunyi, sedangkan 40 persen lainnya melintas melalui jalur protokol Cibiru menuju Kota Bandung.
“Arus lalu lintas di sekitar Cileunyi terpantau cukup meriah, terutama kendaraan yang akan masuk ke tol,” katanya.
AKP Sugih menjelaskan, peningkatan volume kendaraan mulai terasa sejak pagi hari. Kepadatan sempat terjadi pada pagi hari akibat pergerakan massa buruh dari wilayah Sumedang dan Garut yang melintas dan berkumpul di kawasan Permata Hijau Cileunyi sebelum menuju Gedung Sate, Bandung.
Meski demikian, kondisi lalu lintas kembali terkendali setelah dilakukan pengaturan dan penguraian arus oleh petugas di lapangan.
Polresta Bandung memprediksi lonjakan kendaraan akan terus meningkat, terutama menjelang pergantian tahun.
Puncak kepadatan di Simpang Susun Cileunyi diperkirakan terjadi pada H-2 hingga H-1 Tahun Baru 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang hendak berlibur.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, kepolisian telah menyiapkan skema pengalihan arus.
Apabila terjadi penumpukan kendaraan di Simpang Susun Cileunyi, arus akan dialihkan dari kawasan U turn ABC menuju jalur Brimob, kemudian diarahkan masuk ke Gerbang Tol Jatinangor untuk menuju Kota Bandung.
Selain pengalihan arus, Polresta Bandung juga memberlakukan penyekatan kendaraan sumbu tiga guna menekan kepadatan di dalam ruas tol.
Kendaraan sumbu tiga dilarang masuk ke jalan tol mulai pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB.
“Pengecualian hanya diberikan untuk kendaraan pengangkut BBM dan sembako. Di luar itu, kendaraan sumbu tiga yang memaksa masuk tol akan langsung ditindak,” tegas AKP Sugih.













