Bupati Dian Buka Diklat Kompetensi Guru dan Tutup Rangkaian HUT PGRI ke-80

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si membuka kegiatan Diklat Kompetensi Guru sekaligus menutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia.(IKP/DISKOMINFO/PROKOMPIM)

KabarSunda.com- Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si membuka kegiatan Diklat Kompetensi Guru sekaligus menutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) melalui Seminar Nasional “Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran Mendalam dan Pendidikan Berkualitas untuk Semua”, yang digelar di Aula BKPSDM Kabupaten Kuningan, Senin (29/12/2025).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh PGRI Kabupaten Kuningan ini dihadiri Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PGRI Pusat Dudung Abdul Qodir, Ketua Dewan Penasihat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, perwakilan PGRI Provinsi Jawa Barat, jajaran BKPSDM, Dinas Pendidikan, pengurus PGRI Kabupaten Kuningan, serta ratusan guru dari berbagai cabang se-Kabupaten Kuningan.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Pelaksana, H. Surya, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan HUT PGRI ke-80 di Kabupaten Kuningan telah dimulai sejak 23 November 2025 dengan kegiatan gerak jalan sehat dan berbagai agenda lainnya, sebelum akhirnya ditutup melalui seminar nasional sebagai puncak acara.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kuningan terhadap peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, di antaranya melalui pemberian hadiah umrah kepada guru berprestasi serta penyerahan SK bagi guru P3K paruh waktu.

Dalam sambutannya, Bupati Kuningan menyampaikan apresiasi kepada PGRI yang secara konsisten mendorong peningkatan kualitas guru. Menurutnya, tema “Pembelajaran Mendalam” sangat relevan dengan arah kebijakan pendidikan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Guru adalah faktor penentu kualitas pendidikan. Pembelajaran mendalam menuntut perubahan mindset, dari sekadar menyampaikan materi menjadi membangun pemahaman konseptual, berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas. Guru hari ini harus menjadi perancang dan desainer pembelajaran,” tegas Bupati.

Bupati menambahkan bahwa profesionalisme guru harus mencakup tiga unsur utama, yakni knowledge, skill, dan attitude. Ia juga mengingatkan pentingnya keteladanan guru sebagai figur sentral dalam pembentukan karakter peserta didik.

Pada kesempatan tersebut, Bupati turut mengungkapkan bahwa Pemkab Kuningan bersama para ASN dan guru melalui Baznas berhasil menghimpun donasi sebesar Rp1,1 miliar untuk membantu korban bencana di Sumatra Utara, Aceh, Sumatra Barat, serta warga terdampak bencana di Kabupaten Kuningan.

Tak hanya itu, Bupati juga menyoroti kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menimpa salah seorang lulusan SMK asal Kuningan di Kamboja.

Ia mengajak para guru agar memberikan edukasi kepada peserta didik supaya lebih waspada terhadap tawaran kerja ilegal di luar negeri.

Menutup sambutannya, Bupati secara resmi membuka Diklat Kompetensi Guru PGRI Kabupaten Kuningan sekaligus menutup rangkaian kegiatan HUT PGRI ke-80, dengan harapan agar seluruh guru di Kabupaten Kuningan terus meningkatkan kompetensi demi terwujudnya pendidikan yang bermutu, merata, dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.