Tim SAR gabungan berencana melanjutkan pencarian korban pada pukul 07.00 WIB, hari ini. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan pencarian direncakan akan diawali dengan briefing.
Personel di lapangan akan berbagi tugas, mengingat titik longsoran tersebut melanda dua kampung yaitu Pasir Kuda dan Pasir Kuning, dengan diperkiraan mencapai tiga kilometer.
“Iya, kami akan melaksanakan pencarian lagi di pukul 07.00 WIB. Kami akan melakukan apel pagi untuk briefing memberikan tugas dan membagi tim,” ujarnya kepada awak media pada Sabtu (24 Januari 2026) malam.
Berdasarkan hasil asesmen sementara, Ade mengungkapakan bahwa material longsoran di Desa Pasirlangu pada hari pertama pencarian korban (24 Januari 2026), masih didominasi tanah lunak yang bercampur air.
Kondisi itu membuat tim SAR gabungan kesulitan untuk melakukan pencarian serta mengevaluasi korban.
Hal itu juga menjadi pertimbangan dalam menentukan metode pencarian yang akan digunakan nanti.
“Kami lihat situasi dulu. Alat berat sebnarnya sudah disiapkan, tapi belum bisa diturunkan. Kami menggunakan alat kontruksi, proses manual. Klau memang lokasi memungkin, kami bisa turunkan alat berat,” katanya.
Ade menuturkan, timbunan material longsoran diperkirakan mencapai ketebalan sekitar lima meter. Hal tersebut sesuai dengan laporan dari kepala desa setempat, terkait rumah-rumah warga yang tertimbun.
“Rumah-rumah yang terkubur dari longsoran itu sekitar 5 meter. Jadi dari luas area 100 meter lebarnya. Dari mahkota longsoran hingga ke titik akhir longsor itu sekitar tiga kilometer,” ucapnya.
Berdasarkan data yang dimiliki tim SAR gabungan, korban yang dilaporkan hilang di kawasan longsoran tersebut mencapai 84 orang. Di mana untuk saat ini tim SAR, baru menemukan 9 orang yang meninggal dunia.
Area Pencarian Luas
Area pencarian korban diperluas. Di mana area longsor membentang mencapai hingga sekitar tiga kilometer, mulai dari kawasan mahkota hingga ke hilirnya.
Selain itu, dampak dari longsor tersebut juga terbilang lebar. Hingga membuat petugas gabungan yang berada di lokasi longsoran harus berhati-hati untuk melakukan proses pencarian.
“Untuk sementara, korban yang terdampak ada 113 orang. Yang ditemukan delapan orang, tujuh di antaranya sudah teridentifikasi. Delapan korban itu ditemukan di beberapa titik,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Barat, Bambang Imanudin.











