Rekapitulasi Data Korban Longsor Cisarua KBB hingga 3 Februari 2026 

KabarSunda.com- Proses identifikasi korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terus menunjukkan kemajuan signifikan.

Tim DVI Polri mengonfirmasi telah berhasil mengidentifikasi 61 jenazah hingga Senin (2/2/2026).

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa meski jumlah korban yang teridentifikasi mencapai 61 orang, tim di lapangan telah mengevakuasi total 83 bodypack (kantong jenazah) dari timbunan material longsor.

Dari total korban yang sudah teridentifikasi, Ade merinci bahwa mayoritas merupakan warga yang masuk dalam daftar pencarian resmi, namun ada pula korban luar daerah.

“Dari 61 korban yang teridentifikasi, 45 korban sesuai dengan daftar pencarian warga Desa Pasirlangu.”

“Kemudian, ada dua korban teridentifikasi namun tidak tercantum dalam daftar, yang diduga merupakan tamu saat kejadian,” ujar Ade di Posko Basarnas, Senin sore.

Sebagaimana diketahui, longsor dahsyat yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) lalu melanda pemukiman warga dengan daftar pencarian awal mencapai 80 orang penduduk setempat.

Selain warga sipil, identifikasi juga mencakup personel TNI yang sedang bertugas di lokasi saat bencana terjadi.

Ade mengungkapkan ada 14 jenazah yang diidentifikasi sebagai anggota TNI Marinir.

“Ada 14 korban lainnya teridentifikasi, namun namanya tidak termasuk dalam 80 daftar pencarian penduduk.”

“Mereka diduga merupakan personel TNI Marinir,” tambahnya.

Sebelumnya dikonfirmasi bahwa terdapat 23 personel TNI Marinir yang turut menjadi korban dalam musibah longsor di Desa Pasirlangu tersebut.

Mengenai jumlah 83 kantong jenazah yang melebihi jumlah daftar pencarian, Ade menjelaskan bahwa hal tersebut berkaitan dengan kondisi fisik jenazah saat dievakuasi.

Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad baik dalam kondisi utuh maupun potongan tubuh.

“Jumlah ini melebihi daftar pencarian karena berdasarkan identifikasi DVI, ada beberapa bodypack yang setelah diperiksa ternyata memiliki identitas tunggal atau milik satu orang yang sama,” jelas Ade.

Sementara itu, Incident Commander Longsor Desa Pasirlangu, Ade Zakir, menegaskan adanya pemisahan prosedur pendataan antara korban sipil dan anggota TNI.

Posko bencana utama fokus pada pendataan penduduk, sementara korban dari pihak militer ditangani secara internal.

“Untuk data korban TNI, ada tim khusus yang menangani secara tersendiri, di luar pendataan Basarnas untuk warga sipil,” pungkas Ade Zakir.

Hingga saat ini, SAR Gabungan masih terus fokus melakukan pencarian di area longsor untuk memastikan seluruh korban yang dilaporkan hilang dapat segera dievakuasi dan diserahkan ke Tim DVI Polri untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Rekapitulasi data korban longsor Desa Pasirlangu, Cisarua, KBB hingga Senin (2/2/2026):

  • Total Evakuasi: Basarnas telah mengevakuasi dan menyerahkan 83 kantong jenazah (bodypack) ke Tim DVI Polri.
  • Total Teridentifikasi: Sebanyak 61 jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polri.

Rincian Korban Sipil:

  • 45 orang teridentifikasi sesuai daftar pencarian warga Desa Pasirlangu.
  • 2 orang teridentifikasi di luar daftar (diduga tamu/pendatang).

Rincian Korban TNI:

  • 14 jenazah teridentifikasi sebagai anggota TNI Marinir.
  • Total awal personel Marinir yang dikonfirmasi menjadi korban adalah 23 orang.

Status Daftar Pencarian (DP): Dari total 80 warga setempat yang dilaporkan hilang, 35 orang lainnya masih dalam proses pencarian atau identifikasi lebih lanjut.

Ketentuan Data: Terdapat pemisahan pendataan; Basarnas fokus pada warga sipil, sementara data korban TNI dikelola oleh tim khusus militer.

Kondisi Jenazah: Jumlah kantong jenazah (83) lebih banyak dari jumlah identitas (61) karena beberapa kantong berisi potongan tubuh dari individu yang sama.