KabarSunda.com- Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai mematangkan persiapan rekrutmen peserta didik baru untuk Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027.
Selain membahas penerimaan siswa baru, pemerintah daerah juga mengevaluasi progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat yang hingga kini masih terkendala sejumlah persyaratan teknis dari pemerintah pusat.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam Rapat Validasi Peserta Didik Sekolah Rakyat dan Pembahasan Usulan Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Kabupaten Sukabumi yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Rabu (20/5/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mengatakan Program Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga menyentuh aspek sosial keluarga penerima manfaat.
Dari 100 siswa yang ada sekarang, sebanyak 64 rumah orang tuanya mendapat bantuan rehabilitasi rumah. Jadi, satu sisi anaknya sekolah, di sisi lain rumah keluarganya juga direhabilitasi.
Menurutnya, program tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat, salah satunya melalui bantuan rehabilitasi rumah bagi keluarga siswa.
“Dari 100 siswa yang ada sekarang, sebanyak 64 rumah orang tuanya mendapat bantuan rehabilitasi rumah. Jadi, satu sisi anaknya sekolah, di sisi lain rumah keluarganya juga direhabilitasi,” ujarnya.
Ade meminta Dinas Sosial bersama pihak sekolah terus memantau perkembangan program, termasuk kesiapan menghadapi tahun ajaran baru.
Salah satu hal yang dibahas ialah penambahan ruang kelas di Sentra Phalamartha yang saat ini digunakan sebagai lokasi sementara Sekolah Rakyat.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Bambang Widyantoro, menjelaskan Kementerian Sosial telah membuka tahapan persiapan rekrutmen siswa baru untuk Tahun Ajaran 2026/2027.
Ia mengatakan, kuota yang disiapkan untuk Kabupaten Sukabumi sekitar 60 peserta didik baru. “Kuota yang disiapkan sekitar 60 orang. Saat ini persiapan rekrutmen sudah mulai dilakukan,” katanya.
Bambang menjelaskan, Sekolah Rakyat rintisan di Kabupaten Sukabumi saat ini telah berjalan dengan jumlah 100 siswa dan seluruh siswa akan melanjutkan ke jenjang kelas berikutnya.
Namun demikian, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Sukabumi belum dapat masuk tahap ketiga pembangunan nasional karena sejumlah dokumen persyaratan dinilai belum lengkap oleh pemerintah pusat.
Padahal, Kabupaten Sukabumi termasuk daerah prioritas karena telah memiliki Sekolah Rakyat rintisan.
“Kabupaten Sukabumi sebenarnya diproyeksikan masuk tahap tiga. Namun, karena ada beberapa persyaratan yang belum lengkap, kemungkinan masuk tahap empat,” jelasnya.
Karena keterbatasan ruang belajar di Sentra Phalamartha, Bambang menyebut kemungkinan peserta didik baru sementara waktu akan ditempatkan di Bogor sambil menunggu keputusan dari kementerian.
“Yang lama tetap di sini naik ke kelas dua. Yang baru kemungkinan dititipkan di Bogor sambil menunggu keputusan kementerian,” ucapnya.
Dinas Sosial mencatat sasaran utama rekrutmen berasal dari kelompok masyarakat desil satu dan desil dua. Dari sekitar 120 ribu data calon penerima yang masuk, sejauh ini sekitar 6.600 orang telah dijangkau dan 52 orang menyatakan berminat mengikuti Program Sekolah Rakyat.
Selain proses rekrutmen siswa, Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga masih melengkapi berbagai persyaratan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.
Sejumlah catatan dari pemerintah pusat di antaranya terkait dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), sertifikat lahan, kemiringan lahan, mitigasi bencana, ketersediaan air bersih, hingga akses jalan menuju lokasi.
“Karena sebagian besar lahan berkontur miring, kementerian menyarankan pembangunan minimal dua lantai,” kata Bambang.
Untuk kebutuhan air bersih, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyiapkan opsi melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) maupun pembangunan sumur bor.
Sementara akses jalan menuju lokasi akan dilengkapi dokumen pendukung serta pemetaan konektivitas menuju jalan nasional.













