Sumedang Tunjukkan Bukti Pembangunan Berbasis Data di Hadapan Tim Penilai PPD

Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim penilai di Kabupaten Sumedang.Dok-Diskominfosanditik Sumedang

KabarSunda.com- Pemerintah Kabupaten Sumedang mengikuti Penilaian Tahap II Wawancara dan Verifikasi Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2026 di Ruang Bupati, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi tahapan penting untuk memverifikasi kualitas perencanaan, proses penyusunan dokumen, capaian pembangunan hingga program unggulan yang telah dijalankan Kabupaten Sumedang.

Proses penilaian tidak hanya berfokus pada capaian indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, maupun pengangguran, tetapi juga menilai sinkronisasi dokumen perencanaan, kualitas penyusunannya, mekanisme partisipatif melalui pendekatan bottom up dan top down, serta efektivitas program unggulan dari sisi input, proses hingga outcome.

“Kami akan melihat sinkronisasi dan kualitas dokumen, proses penyusunannya, bagaimana mekanisme bottom up dan top down berjalan, kemudian program unggulannya, mulai dari input, proses sampai outcome dan output yang dihasilkan,” kata Tim Penilai PPD Benecditus Raksaka Mahi.

Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim penilai di Kabupaten Sumedang.

“Saya mewakili Bapak Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengucapkan selamat datang kepada Tim Penilai PPD. Beliau menyampaikan salam dan mohon maaf karena pada saat yang bersamaan sedang melaksanakan tugas di kementerian,” kata Fajar.

Pembangunan di Sumedang selalu berlandaskan pada data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan. “Data yang baik akan menghasilkan keputusan yang baik dan keputusan yang baik akan menghasilkan hasil yang baik,” katanya.

Fajar juga menyoroti upaya Pemkab Sumedang dalam membuka kesempatan kerja melalui inovasi dan kolaborasi. Selain mendorong masuknya investasi, pemerintah daerah juga memfasilitasi tenaga kerja untuk bekerja di luar negeri.

“Tahun kemarin kurang lebih 150 orang telah kami fasilitasi bekerja ke Jepang. Kami tidak ingin hanya menunggu investasi datang. Selama ada peluang kerja dan masyarakat ingin bekerja, pemerintah harus hadir memfasilitasinya,” ujarnya.

Sekda Tuti Ruswati memaparkan capaian pembangunan daerah yang menjadi bahan verifikasi Tim Penilai. Pembangunan Sumedang dilaksanakan melalui pendekatan kolaboratif dengan fondasi agama, budaya, dan teknologi serta melibatkan seluruh unsur pentahelix.

Sepanjang tahun 2025, berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 75,50, laju pertumbuhan ekonomi mencapai 5,48 persen, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 6,08 persen, sementara angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 8,81 persen.

Pada kesempatan tersebut juga dipaparkan berbagai program unggulan daerah, di antaranya Sekolah/Pesantren Produktif dan Ramah Lingkungan, Magrib Mengaji, Implementasi Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS), Revolusi Pertanian 4A, Gerakan Wirausaha Pemuda, hingga inovasi Gerakan Multipihak Pelatihan dan Penempatan Kerja (GEMPITA).

GEMPITA berhasil menghasilkan 1.779 peserta bersertifikat kompetensi, memfasilitasi 16.102 orang mengikuti pelatihan dan penempatan kerja, serta mendorong lahirnya 1.007 UMKM baru.