KabarSunda.com- Bandung Zoo kini tengah bersiap menyambut wajah baru di bawah pengelolaan Faunaland.
Menjelang pembukaan kembali, pengelola telah mematangkan konsep kawasan wisata edukasi satwa ini agar lebih modern dan terintegrasi.
CEO Faunaland, Danny Gunalen, mengungkapkan bahwa pihaknya mengusung konsep city zoo modern.
Visi ini menyelaraskan aspek konservasi, kesejahteraan satwa, serta edukasi dengan pengalaman pengunjung yang lebih berkesan.
Melalui pendekatan ini, kebun binatang diposisikan sebagai ruang belajar lingkungan bagi masyarakat, bukan sekadar tempat rekreasi.
“Selama ini Faunaland telah mengembangkan pendekatan konservasi urban melalui Faunaland Ancol dan Faunaland Buperta Cibubur. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi kami dalam mempersiapkan pengelolaan Bandung Zoo yang juga berada di tengah kota. Kolaborasi dengan Vantara memberikan perspektif dan pengalaman tambahan yang dapat semakin memperkaya pendekatan tersebut,” kata Danny dikutip dari detik.com pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Fokus utama dalam transformasi ini adalah kesejahteraan satwa.
Sebagai langkah konkret, Faunaland menggandeng Vantara dari India untuk meninjau langsung kondisi kesehatan satwa di Bandung Zoo.
Salah satu tenaga ahli yang dilibatkan adalah dr Yaduraj Khadpekar, dokter hewan spesialis gajah dari Vantara.
Ia melakukan pemeriksaan intensif terhadap Salma, gajah Sumatra koleksi Bandung Zoo, guna memastikan standar perawatan yang optimal.
“Bagi kami, kebun binatang modern bukan sekadar soal fasilitas atau pengalaman pengunjung. Yang lebih penting adalah memastikan satwa dirawat dengan baik, mendapatkan nutrisi yang tepat, memiliki lingkungan yang sesuai dan mendapatkan layanan veteriner yang memadai, sementara kebun binatang tetap menjalankan fungsi konservasi dan edukasi,” ungkapnya.
Keterlibatan Vantara membawa dimensi keahlian global dalam riset dan konservasi.
Institusi ini baru saja meresmikan Vantara University di Jamnagar, India, pada April 2026-sebuah universitas global pertama yang didedikasikan khusus untuk ilmu kedokteran hewan dan konservasi satwa liar.
Lembaga pendidikan ini mengintegrasikan pengalaman lapangan dengan riset mendalam di bidang nutrisi, genetika, hingga perilaku satwa.












