Budaya  

Unpad Dukung Pengembangan Budaya Sunda melalui Pagelaran Balé Rumawat

Unpad Dukung Pengembangan Budaya Sunda melalui Pagelaran Balé Rumawat

KabarSunda.com- Universitas Padjadjaran (Unpad) terus berkomitmen mendukung pengembangan dan keberlanjutan seni budaya Sunda melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan Pusat Budaya Sunda Unpad.

Salah satunya diwujudkan melalui Pagelaran Balé Rumawat ke-110 bertajuk “Talawungan Ngaderes (deui) Tembang Sunda Gelar Ipukan Midangkeun Béntang” yang diselenggarakan Graha Sanusi Hardjadinata, Kampus Unpad Dipati Ukur pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Memasuki penyelenggaraan yang ke-110, Balé Rumawat kembali menghadirkan salah satu kekayaan seni Sunda, yaitu Tembang Sunda Cianjuran yang mempertemukan para juara tembang Sunda Cianjuran dari berbagai generasi sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk turut mengenal dan mengembangkan kesenian tersebut.

Kepala Pusat Budaya Sunda Unpad, Ganjar Kurnia mengatakan, konsistensi penyelenggaraan Balé Rumawat menjadi bagian dari upaya Unpad memberikan ruang bagi berbagai bentuk seni budaya Sunda untuk terus berkembang.

Pada pagelaran kali ini, Tembang Sunda Cianjuran dipilih karena dinilai membutuhkan perhatian lebih dalam hal pengembangan dan regenerasi.

“Talawungan itu sebetulnya pertemuan antara juara-juara Tembang Sunda Cianjuran sejak angkatan-angkatan lama. Ditambah kita kembangkan juga generasi-generasi muda,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai kesenian Sunda telah mendapat ruang dalam rangkaian Balé Rumawat, sehingga pada penyelenggaraan ke-110 ini Pusat Budaya Sunda Unpad secara khusus memberikan perhatian kepada Tembang Sunda Cianjuran agar kesenian tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga memiliki keberlanjutan melalui hadirnya generasi baru.

Upaya pengembangan tersebut juga diarahkan pada pembentukan Akademi Kawih dan Tembang Sunda Cianjuran.

Dalam hal ini, Pusat Budaya Sunda Unpad merencanakan akademi tersebut sebagai wadah pembelajaran dan pengembangan bagi masyarakat yang ingin mendalami kawih dan Tembang Sunda Cianjuran.

Harapannya, keberadaan akademi nantinya dapat melahirkan bibit-bibit baru yang mampu melanjutkan keberadaan seni Tembang Sunda Cianjuran di masa mendatang.

“Harapannya kita bisa membuat sekolah yang nanti sekolah itu bisa melahirkan bibit-bibit yang baru dalam mengembangkan Tembang Sunda,” pungkasnya.