KabarSunda.com- Kawah Sastra Ciwidey siap menggelar Festival Sastra Ciwidey 2026 di Sekolah Al-Wafa Ciwidey pada 26-27 September 2026.
“Ciwidey lebih dikenal sebagai daerah wisata. Namun, bagi kami, kampung halaman selalu memiliki ingatan dan sejarahnya. Berangkat dari kedua hal tersebut tercetus ide festival,” jelas Rian Ibayana dari Kawah Sastra Ciwidey kepada KabarSunda.com, Kamis, 17 September 2026.
Ibayana mengatakan, sebenarnya sudah lebih ratusan diskusi sastra yang digelar oleh Kawah Sastra Ciwidey. Sebelumnya bernama Perbincangan, kemudian Ngawacitra.
“Kesusastraan di Ciwidey selalu meletus dan berkobar. Nama Ciwidey terpatri dalam pupuh, puisi, dan cerita,” tandas Ibayana.
Karena itu, Ibayana mengajak masyarakat Ciwidey Raya untuk mengapresiasi beberapa karya bermutu, terutama peraih penghargaan seperti Kusala Sastra, dan Sayembara Novel DKJ.
Selain itu, Festival Sastra Ciwidey 2026 juga mengajak untuk menelaah kembali memperkenalkan ekosistem sastra di sekitar kita, umumnya di Jawa Barat saat ini, khususnya Bandung, dan tentu Ciwidey.
Selain diskusi buku dan sastra, akan ada penampilan monolog Pahlawan 1945-1950: Raden Ahmad Wiranata Kusuma, seorang komandan “Siluman Merah” yang diabadikan dalam patung di belokan Punceling, yang selalu dilewati warga dan turis setiap daerah wisata.
“Terakhir, kami mengajak komunitas-komunitas sastra, literasi di Ciwidey, Kab. Bandung, Bandung Raya untuk ambil bagian dan membuka lapak untuk menjual buku dan produk-produk komunitas,” tambah Ibayana.
Festival Sastra Ciwidey 2026 akan menjadi sebuah ruang temu dan apresiasi yang diharapkan berperan dalam kerja-kerja pemajuan ekosistem sastra dan kebudayaan.
Kegiatan ini juga didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, melalui program Penguatan Komunitas Sastra 2026.












