Unpad Perkuat Transformasi Menuju Innovation University

KabarSunda.com- Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan bangsa melalui penguatan riset, inovasi, dan pengembangan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

“Research harus bisa menghasilkan pengetahuan dan nilai tambah. Apa yang bisa kita berikan? Dampak dari pengetahuan, dampak pada industri dan masyarakat, serta policy reform,” ungkap Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Arif Satria, ketika membawakan orasi ilmiah berjudul “Universitas Unggul di Era Transformasi: Menguatkan Riset, Inovasi, dan Talenta untuk Indonesia dari Dunia”.

Orasi ilmiah tersebut merupakan bagian dari rangkaian Upacara Dies Natalis ke-69 Universitas Padjadjaran (Unpad) yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata, Unpad Kampus Dipati Ukur, Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung pada Jumat, 11 September 2026.

Dikutip dari lama media Unpad, Arif turut menyampaikan Agenda Riset dan Inovasi (RISNOV) Unpad 2026-2031 yang diarahkan untuk mendorong transformasi Unpad menjadi universitas berbasis inovasi sekaligus memperkuat ekosistem riset.

Agenda tersebut mencakup lima arah utama, yaitu:

– Menjadikan Unpad sebagai innovation university.

– Menentukan prioritas kepemimpinan inovasi.

– Memperkuat ekosistem riset dan inovasi.

– Menguatkan Science and Techno Park serta Living Laboratory.

– Menjadikan Unpad sebagai energi baru bagi pembangunan Jawa Barat dan Indonesia.

“Saya berharap Unpad menjadi salah satu pilar kekuatan innovation university. Unpad tidak hanya berfokus pada riset, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana mentransformasikan hasil riset menjadi inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan industri, masyarakat, bangsa, dan dunia,” harap Arif.

Sementara Rektor Unpad, Arief S Kartasasmita menegaskan, transformasi universitas ke depan harus diarahkan pada penguatan inovasi, riset, akademik, sumber daya manusia, digitalisasi data, serta kemandirian universitas.

Riset harus mampu ditransformasikan menjadi inovasi yang bermanfaat bagi industri, masyarakat, bangsa, dan dunia.

“Riset yang baik tidak berhenti ketika artikel diterima jurnal bereputasi. Ke depan, kita harus berani memilih kekuatan khas kita dan membangun critical mass. Pada akhirnya, ilmu harus pulang kepada masyarakat,” kata Rektor.