KabarSunda.com- Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui Functional Nano Powder University Center of Excellence (FiNder U-CoE) Unpad ikut serta dalam penyelenggaraan Global Environment & Transition Summit (GETS) 2026 yang digelar di Lecture Building, Universitas Udayana, Bali, Senin, 24 Agustus 2026.
Bekerja sama dengan Universitas Udayana dan mitra dari India, kegiatan ini menjadi forum internasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas strategi menuju masa depan tangguh terhadap perubahan iklim.
Mengangkat tema “Leading the Green Transition: Strategies for a Climate-Resilient Future”, GETS 2026 berlangsung secara hybrid dan menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, serta mitra dari Indonesia dan India dalam rangkaian keynote session, plenary talks, oral presentations, dan Forum Group Discussion (FGD).
Agenda ilmiah GETS 2026 dirancang untuk melihat green transition dari berbagai perspektif.
Dikutip dari laman media Unpad, Sesi keynote menghadirkan pembahasan mengenai adaptasi perubahan iklim, perspektif budaya dalam kebijakan dan kerja sama global, ketahanan iklim dalam model bisnis dan tata kelola korporasi, serta penguatan penegakan hukum lingkungan dan akuntabilitas korporasi.
Rangkaian Keynote Session GETS 2026 membahas berbagai perspektif terkait adaptasi iklim, kebijakan, tata kelola, dan keberlanjutan.
Pembahasan kemudian diperdalam melalui tiga track utama, yaitu Sustainable Business, Governance & Society; Sustainable Technology, Energy & Industrial Innovation; serta Climate Resilience, Environment & Community Development yang menunjukkan bahwa transisi hijau bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga membutuhkan model bisnis yang adaptif, kebijakan yang mendukung, serta keterlibatan masyarakat.
FiNder Unpad turut memberikan kontribusi pada substansi ilmiah konferensi.
Pada Parallel Session 1 – Plenary Talks Forum, I Made Joni membawakan topik “Decarbonizing the Value Chain through Smart Nanotechnology”.
Topik tersebut menempatkan nanoteknologi sebagai salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan untuk mendukung dekarbonisasi, efisiensi proses, dan pengembangan material yang lebih berkelanjutan.
Kontribusi ekosistem riset FiNder juga tercermin melalui sejumlah karya ilmiah yang dipresentasikan selama konferensi, mulai dari photocatalytic solar-to-fuel untuk produksi hidrogen dan konversi karbon, material berbasis cobalt untuk green energy storage, pemodelan ozone nanobubble untuk pengolahan air laut, artificial intelligence untuk sustainable aquaculture, teknologi micro-nano bubble untuk budidaya Litopenaeus vannamei, hingga pengembangan carbon quantum dots berbasis biomassa daun.
Salah satu bagian penting dari GETS 2026 adalah Forum Group Discussion Indonesia-India.
Sesi ini menjadi ruang interaksi yang lebih terbuka antara pembicara, moderator, akademisi, dan peserta untuk mendiskusikan peluang sinergi antara pengetahuan, inovasi, dan kebutuhan implementasi.
FGD memperkuat fungsi konferensi bukan hanya sebagai tempat mempresentasikan hasil riset, tetapi juga sebagai titik temu untuk membangun hubungan dan peluang kerja sama baru.
Bagi FiNder Unpad, keterlibatan dalam GETS 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem kolaborasi riset dan inovasi di tingkat internasional.
Pertemuan antara akademisi, peneliti, pemerintah, industri, dan mitra lintas negara membuka peluang bagi pengembangan penelitian bersama, hingga hilirisasi inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.
Hal tersebut memperkuat peran FiNder Unpad sebagai pusat unggulan yang tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga aktif membangun jejaring untuk mempercepat perjalanan inovasi dari research menuju application dan impact.
Melalui forum seperti GETS 2026, FiNder terus mendorong agar kolaborasi akademik berkembang menjadi kerja sama yang menghasilkan pengetahuan baru, teknologi yang relevan, dan solusi yang memberi manfaat nyata.












