KabarSunda.com- Mempertemukan mahasiswa dan alumni dengan dunia kerja untuk mengenal kebutuhan industri, membangun jejaring profesional, sekaligus memperoleh akses terhadap berbagai peluang karier, Universitas Padjadjaran menggelar Unpad Career Fair 2026 yang diselenggarakan di Bale Santika Kampus Unpad Jatinangor, Rabu-Kamis, 26–27 Agustus 2026.
Unpad Career Fair 2026 yang diikuti sebanyak 43 perusahaan yang berasal dari unsur pemerintah, BUMN, dan industri swasta tersebut dibuka secara simbolis melalui pemukulan gong oleh Rektor Unpad Arief Sjamsulaksan Kartasasmita bersama Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Zahrotur Rusyda Hinduan, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, Direktur Kemahasiswaan Unpad Inu Isnaeni Sidiq, Kepala Pusat Pengembangan Karier dan Kewirausahaan In-In Hanidah, serta perwakilan dari industri.
Rektor Unpad, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita mengatakan, Unpad Career Fair memiliki arti penting dalam mempertemukan perguruan tinggi, mahasiswa dan lulusan, industri, serta pemerintah.
Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja sebelum memasuki masa kelulusan.
“Begitu besar tantangan kita untuk memenuhi kebutuhan lapangan kerja di Indonesia. Karena itu, Unpad Career Fair menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan lulusan untuk bertemu langsung dengan industri dan pemerintah, sekaligus memahami tren kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan,” ujar Rektor dikutip dari laman Unpad.
Rektor menjelaskan, salah satu tantangan yang masih dihadapi lulusan perguruan tinggi adalah adanya ketidaksesuaian atau mismatch antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.
Oleh karena itu, Unpad terus memperkuat kesiapan mahasiswa melalui pengembangan kompetensi, sertifikasi, serta berbagai pembekalan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Rektor juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan Career Fair sebagai ruang belajar mengenai perkembangan dunia kerja, sehingga dapat memahami kebutuhan industri dan mempersiapkan karier.
“Kami berusaha untuk terus memperkuat lulusan dengan berbagai keahlian di bidang kompetensi utama mereka, termasuk melalui sertifikasi. Harapannya, lulusan kami tidak hanya cakap di bidang ilmunya, tetapi juga memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri. Teman-teman mahasiswa dan lulusan saya harap dapat bertemu sebanyak-banyaknya dengan industri dan pemerintah untuk mengetahui bagaimana tren kompetensi dan keterampilan yang diperlukan, sehingga dapat dipersiapkan lebih awal,” ujar Rektor.












