KabarSunda.com- TBM Sehati lahir bukan dari tangan para akademisi, melainkan dari semangat belajar dan keinginan untuk terus bertumbuh di tengah berbagai keterbatasan.
“Kami bukan orang-orang yang memiliki gelar pendidikan tinggi, tetapi kami percaya bahwa ilmu dapat diperoleh oleh siapa saja yang mau membaca, belajar, dan berusaha,” ujar owner TBM Sehati, Mang Yayat kepada KabarSunda pada Senin, 7 September 2026.
Di TBM Sehati, memiliki sebuah gerakan yang disebut “Kesurupan Ku Buku.” Tentu, kata Mang Yayat, kesurupan yang dimaksud bukanlah kehilangan kesadaran, melainkan terserap oleh ilmu dan tergerak untuk mengamalkannya.
“Bagi kami, membaca tidak berhenti pada menambah pengetahuan, tetapi harus melahirkan perubahan, keterampilan, dan karya yang bermanfaat,” kata Mang Yayat.
Ia berharap setiap buku yang dibaca dapat memberi inspirasi untuk menjawab berbagai kebutuhan hidup, baik dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan, budaya, maupun kesehatan.
Karena itu, sebelum mengajak orang lain untuk mempraktikkan ilmu dari buku, Mang Yayat berusaha memulainya dari diri sendiri.
“Beberapa waktu terakhir, saya mendalami berbagai buku tentang rempah-rempah dan manfaat tanaman rimpang. Dari sana saya menemukan banyak pengetahuan berharga tentang kekayaan hayati Nusantara, sekaligus peluang ekonomi yang dapat dikembangkan,” tuturnya.
Pengetahuan tersebut kemudian ia padukan dengan resep tradisional warisan nenek moyang.
Melalui berbagai percobaan dan penyesuaian rasa, akhirnya lahirlah Bandrek Amang, minuman tradisional khas Jawa Barat yang hangat, nikmat, dan kaya manfaat.
Bandrek Amang bukan sekadar minuman. Ini adalah bukti bahwa membaca dapat melahirkan kreativitas, bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya, dan bahwa buku yang dibaca dengan sungguh-sungguh dapat berubah menjadi produk nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.
TBM Sehati percaya, membaca bukan hanya untuk pengetahuan, tetapi untuk tumbuh, berkarya, dan memberi manfaat.
Soal harga, bandrek ini terbilang terjangkau alias murah. Harga ecerannya mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 75 ribu.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bandung, bisa mampir menikmati bandrek Mang Yayat ini. Bandrek ini juga pas dijadikan oleh-oleh.
Lokasinya di Jalan Gunung Puntang Kp. Pasirhuni RT05/RW06, Desa Pasirhuni Kec. Cimaung, Kabupaten Bandung.












