KabarSunda.com- Desa Karangheuleut, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, memperingati Milangkala ke-136 dengan berbagai kegiatan yang sarat nilai kebersamaan, sejarah dan kearifan lokal.
Salah satu kegiatan dalam rangkaian Milangkala Desa Karangheuleut ke-136 tersebut adalah ziarah ke makam leluhur di TPU Baros Eyang Santosa Jaya, Dusun Karangangka, Desa Karangheuleut, Sabtu, 5 September 2026.
Kegiatan ziarah tersebut menjadi bagian dari tradisi ngabedah lembur, yang tidak hanya dimaknai sebagai peringatan perjalanan sejarah desa, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang jasa para leluhur.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan masyarakat Desa Karangheuleut.
Kepala Desa Karangheuleut, N Rodiah, mengatakan rangkaian kegiatan Milangkala ke-136 diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus keberkahan bagi seluruh masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian Milangkala Desa Karangheuleut yang ke-136. Mudah-mudahan dengan berbagai kegiatan Milangkala ini bermanfaat, semakin berkah bagi semuanya, terutama untuk warga Desa Karangheuleut,” ujar N Rodiah dikutip dari inisumedang pada Sabtu, 5 September 2026.
Menurutnya, peringatan Milangkala juga dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat dalam membangun desa.
“Mudah-mudahan dengan Milangkala ini jadi momen bersatu membangun desa yang berkah, maju dan bermartabat,” jelasnya.
Rangkaian Milangkala
Peringatan Milangkala Desa Karangheuleut ke-136 digelar melalui sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat, 4 September 2026, dengan pentas seni yang berlangsung di lokasi Sawah Lega.
Kemudian pada Sabtu, 5 September 2026, masyarakat mengikuti ziarah makam leluhur di TPU Baros, Dusun Karangangka.
Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan istigosah dan makan tumpeng bersama.
Pada Sabtu malam, rangkaian Milangkala Desa Karangheuleut ditutup dengan pengajian atau tabligh akbar bersama KH. Aang Moch. Sholahuddin RGSG.
Beragam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peringatan hari jadi desa tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan sosial masyarakat.
Menjaga Sejarah dan Budaya
Tradisi ngabedah lembur memiliki nilai penting dalam kehidupan masyarakat karena menjadi ruang untuk mengenang perjalanan sebuah wilayah sekaligus menjaga hubungan antargenerasi.
Ziarah ke makam leluhur menjadi salah satu bagian yang memperlihatkan bagaimana masyarakat tetap menjaga penghormatan terhadap orang-orang yang memiliki peran dalam sejarah desa.
Nilai kebersamaan juga terlihat dari kegiatan istigosah dan makan tumpeng bersama yang melibatkan masyarakat.
Bagi Desa Karangheuleut, momentum Milangkala ke-136 dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan identitas lokal di tengah perubahan zaman.
Tradisi semacam ini juga menjadi kekayaan sosial dan budaya yang memperkuat karakter masyarakat Kabupaten Sumedang.
Dengan demikian, Milangkala Desa Karangheuleut Sumedang bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah desa, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat mengenang sejarah, menjaga budaya dan membangun masa depan secara bersama-sama.












