KabarSunda.com- Suhendrik yang maju sebagai calon Wakil Wali Kota pada Pilkada Cirebon 2024 lalu, terseret dalam pusaran kasus dugaan korupsi penempatan dana iklan Rp 1,1 triliun oleh Kantor Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB).
Suhendrik resmi dinyatakan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama empat orang tersangka lainnya.
Dua tersangka dari internal BJB dan dua lainnya merupakan pihak swasta.
Suhendrik merupakan agensi sebagai perantara dengan perusahaan media.
Dia selaku Pengendali Agensi BSC Advertising dan PT Wahana Semesta Bandung Ekspres (WSBE).
Dalam perkara yang menjeratnya, Suhendrik bersama dengan tersangka lainnya merugikan negara kurang lebih Rp222 miliar.
Suhendri bersama para tersangka lainnya disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).
Calon Wakil Wali Kota Cirebon
Suhendrik resmi maju untuk bertarung sebagai calon Wakil Wali Kota pada Pilkada Cirebon 2024, mendampingi Eti Herawati.
Kala itu, dia diusung oleh 11 partai politik yang terdiri dari empat partai parlemen dan tujuh partai nonparlemen.
Masing-masing partai politik telah mengantongi beberapa kursi dan suara.
Profil Suhendrik
Suhendrik lahir pada 12 November 1983 di Cirebon.
Ia merupakan alumni SMAN 6 Cirebon dan sedang menempuh pendidikan S3 Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.
Suhendrik memulai kariernya sebagai jurnalis di salah satu media ternama di Cirebon.
Saat ikut kancah Pilkada, Suhendrik menempati posisi direktur di sejumlah grup medianya.
Sebagai seorang wartawan, Suhendrik dikabarkan telah memahami permasalahan yang ada di Cirebon, khususnya dalam bidang pendidikan. Hal ini yang membuat Hendrik yakin untuk maju bersama Eti.
Melalui jargon \Bersama Ety Suhendrik (Beres ), keduanya mencanangkan beberapa program, termasuk pembenahan infrastruktur, perbaikan kawasan pesisir, penanganan sampah dan penghijauan di Kota Cirebon.
Daftar Rincian Kekayaan
Berikut kekayaan Suhendrik yang dirilis di e-lhkpn.kpk.go.id.
Total Kekayaan: Rp1.852.653.431 (dilaporkan pada 26 Agustus 2024)
Tanah dan Bangunan: Rp1.795.419.674
Alat Transportasi dan Mesin: Rp518.650.000
Harta Bergerak Lainnya: Rp3.550.000
Kas dan Setara Kas: Rp654.166.536
Sub Total: Rp2.971.786.210
Hutang: Rp1.119.132.779
Tersangka Korupsi Bank BJB
Selain Yuddy Renaldi selaku Direktur Utama Bank BJB dan Widi Hartoto selaku Pimpinan Divisi Corporate Secretary Bank BJB, ada tiga tersangka lain kasus korupsi Bank BJB yang telah dirilis oleh KPK, termasuk tersangka Suhendrik.
Berikut daftar lengkapnya:
- Yuddy Renaldi selaku Direktur Utama Bank BJB
- Widi Hartoto selaku Pimpinan Divisi Corporate Secretary Bank BJB
- Kin Asikin Dulmanan selaku Pengendali Agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri.
- Suhendrik selaku Pengendali Agensi BSC Advertising dan PT Wahana Semesta Bandung Ekspres (WSBE)
- Raden Sophan Jaya Kusuma selaku Pengendali PT Cipta Karya Sukses Bersama (CKSB) dan PT Cipta Karya Mandiri Bersama (CKMB).











