KabarSunda.com- Ketua LSM Trinusa DPD Jawa Barat, Ait M Sumarna, menyoroti besarnya alokasi anggaran kebersihan di Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Besarnya alokasi kebersihan yang bernilai miliaran rupiah ini tidak sepadan dengan kondisi lingkungan di Disdik Jabar.
“Anggaran untuk kebersihan Disdik Jabar dari tahun ke tahun miliaran rupiah. Namun dengan kondisi seperti ini tidak bisa teratasi dengan anggaran cleaning service yang besarnya mencapai miliaran rupiah,” kata Ait kepada KabarSunda, Senin,14 April 2025.
Kondisi kumuh lingkungan Disdik Jabar ini juga disoroti Ait dalam media Tiktoknya yang tayang pada Senin, 14 April 2025.
Dalam media sosialnya (medsos) itu, Ait menyayangkan kumuhnya lingkungan Disdik Jabar, karena masih menumpuknya aset atau peralatan kantor yang sudah tidak terpakai.
Pemandangan penumpukan peralatan kantor yang menumpuk di halaman parkir kendaraan ini sudah berlangsung berbulan-bulan.
Kondisi ini, kata Ait, sangat bertolak belakang dengan semangat bebersih yang digaungkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Selain kebersihan di luar kantor, Dedi Mulyadi juga sudah mengingatkan seluruh instansi provinsi agar menjaga kondisi kebersihan di masing-masing lingkungan kantor.
Bahkan, Dedi Mulyadi dalam medsosnya juga dibuat geram dengan kondisi lingkungan di sekitar Gedung Pakuan.
“Apalagi, kondisi kumuh ini terjadi di lingkungan dinas pendidikan,” ujar Ait.
Sementara itu, Plt Kadisdik Jabar, Deden Saepul Hidayat yang dihubungi KabarSunda berkilah, bahwa pihaknya akan bertahap melakukan penyelesaian perlengkapan aset kantor tersebut.
“Itu kan menunggu proses,” jelas Deden singkat.
Hanya saja, alasan Deden tidak diterima oleh Ait.
Pasalnya, kata Ait, penumpukan aset perlengkapan kantor tersebut sudah berlangsung berbulan-bulan yang ditumpuk di sejumlah tempat di lingkungan Disdik Jabar.













