KabarSunda.com- Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengultimatum pengelola Taman Hutan Raya Ir H Djuanda Dago karena masih ditemukan banyak kekurangan.
Sekda menyoroti tiga hal yaitu kebersihan, kerapian, dan ketertiban di sekitar jalan utama Tahura.
Hal itu menjadi temuan Herman saat mengunjungi Tahura Djuanda pada Sabtu, 7 Juni 2025 lalu. Momen tersebut turut diunggah dalam akun Instagram pribadinya.
“Ya saya akhir pekan kemarin ke Tahura dan sudah menyampaikan apa saja yang harus dibenahi di Tahura,” ucap Herman, Senin, 9 Juni 2025.
Menurut Herman, tiga hal yang dia soroti yaitu kebersihan, masalah kerapihan dan ketertiban sebetulnya tidak usah pakai anggaran, tidak usah pakai APBD. Untuk mengatasi hal itu hanya butuh dieksekusi.
“Apa susahnya, di sana ada 100 pegawainya, 30-nya ASN yang lainnya outsourcing. Tapi faktanya di jalan utamanya masih kotor belum bersih belum rapi dan belum tertib, walaupun upaya itu ada,” ucapnya.
“WC-WC, masih kotor ya,” ujar dia melanjutkan.
Dikatakan Herman, temuan kekurangan di Tahura tersebut ditemukan pada saat kunjungan Herman yang kedua kalinya.
Dia pun meminta kepada Kepala UPTD Tahura Ir H Djuanda Luthfi Erizka siap meminta Tahura berubah lebih baik.
“Bukan hanya berubah, tapi berubahnya harus signifikan. Saya kasih waktu satu minggu ya (dari Sabtu), Minggu depan akan dicek lagi. Era anak buah Bapak Aing, anak buah Pak Gubernur, anak buah Pak KDM teu bisa mengopelakan lingkungan ya, apalagi ini Tahura adalah milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat ada fungsi konservasi dengan vegetasi yang luar biasa, kemudian ada fungsi hiburan juga, fungsi wisata untuk rakyat,” tuturnya.
Karena Tahura juga dikelola dengan pendekatan BLUD, kata Herman jadi ada kontribusi untuk pendapatan daerahnya. Dan BLUD itu punya keleluasaan untuk mengatur anggaran.
“Pendapatan tahun kemarin 8 miliar, ya sebagian besar dikelola secara swa kelola di sini dan tahun ini kita targetkan bisa menembus 15 miliar,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala UPTD Tahura Djuanda yang akrab di sapa Upenk itu mengaku siap melakukan perubahan di Tahura sabubukna. Perubahan akan dipantau terus tak hanya oleh Sekda namun juga oleh warga Jabar.
“Intinya, evaluasi dari Pak Sekda menjadi hal yang sangat penting dalam optimalisasi sarpras yg ada di Tahura. Saat ini kami memiliki petugas kebersihan sebanyak 19 orang yg mengurusi hampir 528 Ha,” ucap Upenk secara terpisah.
“Sejak hari Minggu pagi kami sudah coba ubah SOP nya. Petugas-petugas lain di luar divisi kebersihan akan saling bantu dan support demi mewujudkan sarana prasarana yang lebih bersih dan nyaman untuk pengunjung,” katanya melanjutkan.
Disisi lain, saat ini pihaknya sedang melakukan pemeliharaan sekitar 6 toilet dari pos 1 hingga Gua Belanda, dan menunggu revisi desain penambahan 2 toilet untuk di jogging track.
“Mudah-mudahan di bulan ini semuanya selesai. Intinya, kami akan senantiasa mematuhi seluruh instruksi dari pimpinan dan kita selaku pengelola selalu berupaya memperbaiki segala kekurangan,” pungkasnya.











