KabarSunda.com- Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung-RI) terus melakukan pendalaman terkait pemberian fasilitas kredit modal kerja kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang beralamat kantor pusat Jl KH Samanhudi 88 Jetis, Sukoharjo Jawa Tengah oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) sebesar Rp550.000.000.000.
Langkah tegas Kejagung dalam mengusut tuntas dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit kepada PT Sritex, mendapat apresiasi tinggi dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya dari LSM Trinusa Jawa Barat.
Ketua LSM Triga Nusantara Indonesia (Trinusa) DPD Jabar secara terbuka menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kejagung atas upaya seriusnya dengan memeriksa 13 orang saksi, yang beberapa di antaranya merupakan mantan pejabat penting Bank BJB.
Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, saksi-saksi yang diperiksa termasuk Yuddy Renaldi (YR), mantan Direktur Utama Bank BJB. Selain itu, beberapa petinggi lainnya juga turut dimintai keterangan, yaitu RL (Direktur IT dan Treasury), Nia Karnia (Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko), SRT (Direktur Keuangan dan Retail), serta TS (Direktur Operasi).
“Cara kerja Kejagung dalam membongkar kasus korupsi terlihat progresnya. Bahkan hasil survei lembaga Kejaksaan jauh meninggalkan lembaga-lembaga lainnya termasuk KPK dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi,” kata Ait M Sumarna kepada KabarSunda, Rabu, 11 Juni 2025.
“Pemanggilan saksi orang Bank BJB adalah titik terang dalam mengungkap aktor-aktor besar di balik dugaan kejahatan keuangan yang melibatkan dana publik dalam jumlah fantastis”.
Bahkan orang yang dipanggil sebagai saksi dalam skandal BJB memiliki harta yang sangat fantastis, seperti YR Eks Dirut BJB tahun 2023 memiliki harta Rp66.515.923.145, namun di tahun 2024 harta kekayaan YR naiknya cukup tajam sebesar Rp90.406.697.671, NK Eks Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko 31 Desember 2023 memiliki harta sebesar Rp76.167.289.779, tapi tahun 2024 harta kekayaan NK turun menjadi Rp 1.183.380.621, RL Direktur IT dan Treasury 31 Desember 2023 memiliki harta Rp48.496.286.209, TS Direktur Operasional Bank BJB 31 Desember 2023 memiliki harta Rp41.647.497.239, dan 31 Desember 2024 hartanya naik sanggat tajam, yaitu sebesar Rp 54.436.758.893.
”Kami memberikan apresiasi penuh kepada Kejagung. Dengan diperiksanya para eks pejabat tinggi Bank BJB, kami berharap gembong besarnya bisa segera terungkap. Ini penting agar kasus ini tidak berlarut-larut dan bisa dituntaskan secara terang benderang dan transparan,” harap Ait.
Masyarakat menaruh harapan besar pada institusi Kejagung untuk tidak hanya membidik pelaku lapangan, tapi juga mengungkap motif, alur dana, dan potensi keterlibatan elite yang selama ini diduga berada di balik layar.
Kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit kepada Sritex memang telah menjadi sorotan tajam publik, terutama setelah perusahaan tekstil raksasa itu mengalami gagal bayar dan merugikan sejumlah bank dalam skala triliunan rupiah.
Kejagung hingga kini terus mendalami peran masing-masing pihak dalam proses persetujuan dan penyaluran kredit tersebut, termasuk mengevaluasi potensi penyimpangan prosedur yang menguntungkan pihak tertentu.
“Sebagai lembaga pengawas sosial independen, menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas,” pungkasnya.











