Dedi Mulyadi Temui SMAN 1 Ciasem Subang, Semua Calon Siswa Pendaftar Akhirnya Diterima

KabarSunda.com- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung ke SMAN 1 Ciasem, Kabupaten Subang, untuk berdialog dengan para orangtua siswa yang resah akibat ketidakpastian penerimaan peserta didik baru (PPDB) atau sistem penerimaan siswa baru (SPMB).

Kunjungan ini terekam dalam video yang diunggah di akun medsosnya, Kamis, 3 Juli 2025.

Di hadapan para orangtua, Dedi menemui seorang ayah yang tampak stres karena anaknya belum diterima di sekolah negeri meski memiliki prestasi di bidang olahraga.

“Ini bapak ini kenapa stres?” tanya Dedi.

“Takut tidak diterima di SMA Negeri 1 Ciasem, Pak. Jalur zonasi kemarin enggak masuk, padahal rumah cuma 1,2 kilo. Sekarang jalur prestasi, anak saya juara taekwondo, juara satu di Bupati Cup, Pak,” jawab sang ayah dengan nada penuh kecemasan.

Mendengar curhatan tersebut, Dedi langsung meminta Kepala SMAN 1 Ciasem menjelaskan kondisi daya tampung sekolah.

“Jumlah pendaftar 558 siswa. Awalnya daya tampung 11 kelas,” ujar kepala sekolah.

“Kalau ditambah satu kelas lagi?” tanya Dedi.

“Rata-rata jadi 45 siswa per kelas,” jawabnya.

“Kalau tanahnya masih cukup, kita tambah dua kelas. Kalau daya tampungnya ditambah, keterima semua, enggak?” tanya Dedi lagi.

“Insya Allah, keterima,” jawab pihak sekolah.

Dialog tersebut disambut antusias oleh para orangtua yang langsung menyambut dengan tepuk tangan dan harapan besar.

“Kalau anak-anak bisa diterima semua di sekolah ini, seneng enggak?” tanya Dedi.

“Seneng!” jawab para orangtua serentak.

Dedi menekankan, kehadirannya bukan sekadar simbolik, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab kepala daerah dalam merespons keresahan masyarakat.

“Ini salah satu contoh bagaimana orangtua siswa gelisah ketika anaknya belum diterima di sekolah negeri. Tugas gubernur itu menenangkan kegelisahan itu,” kata Dedi.

Sebagai langkah konkret, Dedi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menambah anggaran untuk membangun ruang kelas baru guna menampung lebih banyak siswa.

“Insya Allah di perubahan anggaran, kita akan menambah angka Rp 100 miliar untuk penambahan ruang kelas. Mudah-mudahan duitnya ada, pendapatannya tercapai,” ucapnya.

Tak hanya soal ruang kelas, Dedi juga menjanjikan peningkatan infrastruktur pendukung sekolah.

“Nanti jalan menuju sekolahnya segera di-hotmix atau dibeton,” tutupnya.