KabarSunda.com- Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) menganggarkan Rp 1,7 triliun untuk perbaikan jalan sepanjang 305,852 kilometer dan untuk merevitalisasi jembatan milik provinsi mencapai 1.295 buah, dengan total panjang 16.485,9 km.
Kepala DBMPR Jabar Agung Wahyudi menuturkan, perbaikan 305,852 kilometer jalan ditargetkan selesai tahun ini. Terdapat 90 paket konstruksi yang telah dijalankan, sudah sekitar 36 persen telah terealisasi di enam wilayah kerja UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan DBMPR Jabar.
Agung memastikan, perbaikan jalan ini dilakukan secara merata. Baik jalur provinsi dari wilayah Barat hingga Timur, maupun Utara-Selatan.
“Dari wilayah barat hingga timur, dari utara sampai selatan, perbaikan dilakukan secara merata. Harapannya, masyarakat di seluruh penjuru Jabar bisa menikmati akses jalan yang lebih baik, aman dan layak,” kata Agung.
Lebih lanjut dia menegaskan, bila masih ada jalan milik provinsi yang belum diperbaiki pada saat ini, hal tersebut bukan diabaikan. Pihaknya akan sesuai komitmen Gubernur Dedi Mulyadi memastikan tidak ada lagi jalan yang rusak di Jawa Barat.
Saat ini, yang menjadi prioritas pada 2025 adalah jalan milik provinsi yang memiliki peran sentral dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.
“Fokus utama, diarahkan pada ruas-ruas jalan provinsi yang memiliki peran strategis sebagai penghubung menuju pusat-pusat ekonomi, kawasan pendidikan, serta destinasi wisata unggulan di Jawa Barat,” ucapnya.
Sementara itu ada 11 paket pekerjaan revitalisasi jembatan pada tahun ini yang diselesaikan, tersebar di wilayah UPTD PJJWP I-VI DBMPR Jabar.
“Dengan alokasi anggaran sebesar Rp171.683.215.955,96, perbaikan ini ditujukan untuk meningkatkan keselamatan, kelancaran arus kendaraan, serta mendukung distribusi logistik di berbagai wilayah,” ucapnya.
Sebelumnya, rencananya ada 13 jembatan secara bertahap akan direvitalisasi pada 2025 dan 2026 ini. Dua diantaranya, masuk kategori NK=5 atau sudah tidak berfungsi. 11 jembatan lainnya dalam kondisi NK=4 atau kritis.
Agung menambahkan, anggaran yang dikucurkan ini adalah investasi besar dari Pemprov Jabar untuk menghadirkan infrastruktur yang optimal bagi masyarakat.
“Mendorong pemerataan pembangunan, dan membuka lebih banyak peluang kemajuan di Jawa Barat,” ucapnya.











