KabarSunda.com- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan perbaikan tujuh ruas jalan utama di wilayah Parungpanjang, Kabupaten Bogor akan dimulai setelah proses lelang selesai.
Dari tujuh ruas tersebut, beberapa sudah memiliki pemenang lelang sehingga pekerjaan dapat dimulai tanpa menunggu semua paket tuntas.
“Bisa langsung jalan, tidak harus menunggu semuanya,” kata Ajat.
Menurut dia, pelaksanaan pekerjaan akan dilakukan bertahap dengan sistem separuh badan jalan dikerjakan sementara sisi lainnya digunakan untuk lalu lintas.
Mekanisme itu disepakati masyarakat Parungpanjang dan pelaku usaha transporter agar pembangunan berjalan beriringan dengan aktivitas warga.
Pengaturan lalu lintas, kata Ajat, mencakup lokasi parkir truk, jam operasional, hingga pengalihan arus. Truk tidak diperkenankan melintas di sisi jalan yang sedang diperkuat untuk mencegah kerusakan pada proses penguatan beton.
“Pengecoran juga akan dilakukan malam hari agar daya muai beton stabil,” ujar dia.
Pekerjaan tahap awal ditargetkan mulai bergerak pada September 2025.
Bupati Bogor Rudy Susmanto sebelumnya mengatakan mengalokasikan anggaran Rp104 miliar dari APBD 2025 tahap I untuk memperbaiki secara total tujuh ruas jalan vital di Parungpanjang yang menghubungkan wilayah Kabupaten Bogor dengan jalan provinsi dan perbatasan Kabupaten Tangerang, Banten.
Tujuh ruas jalan tersebut meliputi Jalan Pingku – Kampung Asem Kuda (2,5 km), Jalan Caringin – Cilaketan – Parungpanjang (2,32 km), Jalan Lumpang – Cikuda, Parungpanjang (2,98 km), Jalan Prumpung – Gunungsindur – Cicangkal (2,80 km), Jalan Cicangkal – Maloko (2,01 km), Jalan Kampung Sawah – Janala, Rumpin (2,73 km), dan Jalan Janala – Lebakwangi, Cigudeg (7,80 km).
Total realokasi anggaran pembangunan jalan dan jembatan pada tahap I tahun ini mencapai Rp507,2 miliar.
Rudy memastikan, khusus wilayah Parungpanjang, Gunungsindur, Rumpin, dan Cigudeg, disiapkan dana hasil realokasi sebesar Rp104 miliar.
“Saya mohon maaf kepada warga yang selama ini dirugikan akibat kerusakan jalan akibat aktivitas truk tambang. Sekarang anggarannya sudah ada di SIPD,” kata Rudy.











