Pertanian Jadi Sebab Ekonomi Jabar Triwulan II 2025 Bergerak Positif

KabarSunda.com- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai pertumbuhan ekonomi di wilayahnya mulai menunjukkan pergerakan positif pada pada triwulan II 2025.

Pergerakan inilah yang membuat Perekonomian Jabar triwulan II 2025 dibandingkan dengan triwulan II-2024 (y-on-y) tumbuh positif sebesar 5,23 persen.

Di sisi lain ekonomi Jabar triwulan II 2025 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 2,33 persen (q-to-q).

“Pertumbuhan ekonomi 5,2% yaitu pertumbuhan yang tumbuh bukan karena gubernur, itu pertumbuhan yang tumbuh karena rakyat Jawa Barat relatif bergeliat,” kata Dedi di Kota Bandung, Kamis, 21 Agustus 2025.

Dedi menuturkan, pertumbuhan ekonomi membaik juga didorong oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang menggelontorkan fiskal sebagai stimulus dalam bentuk kegiatan-kegiatan pembangunan.

“Kegiatan proyek industri juga berjalan. Yang ketiga adalah sumbangan dari pertanian. Karena pertanian hari ini panennya setahun tiga kali karena hujannya terus menerus,” ujar Dedi.

Salah satu yang disoroti Dedi ialah di sektor pertanian. Menurutnya, pertanian harus diakui memberikan sumbangsih bagi pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

“Angka fiskalnya terjaga dan kita memberikan sumbangsih terbesar di antara provinsi di Pulau Jawa,” kata Dedi Mulyadi.

Diketahui, Badan Pusat Statistik atau BPS merilis ekonomi Jawa Barat triwulan II 2025 terhadap triwulan II 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,23 persen (y-on-y).

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,35 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tertinggi sebesar 6,79 persen.

Ekonomi Jawa Barat semester I-2025 terhadap semester I-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,11 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 16,58 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran,pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang melayani Rumahtangga (PK-LNPRT) sebesar 6,31 persen.