KabarSunda.com- Dwi Hartono alias DH, pengusaha dan motivator yang juga dikenal sebagai YouTuber, kini menjadi sorotan publik setelah ditangkap Polda Metro Jaya.
Ia diduga menjadi dalang pembunuhan Kepala Cabang Pembantu BRI Cempaka Putih, Muhammad Ilham Pradipta.
Kasus ini mengejutkan lantaran DH selama ini dikenal sebagai sosok pebisnis sukses dengan platform pendidikan nonformal “Guruku” dan kanal YouTube “Klan Hartono” yang memiliki ratusan ribu pengikut.
Berdasarkan informasi penyidik, motif pembunuhan diduga terkait dengan pinjaman fiktif senilai Rp13 miliar.
Para pelaku penculikan dijanjikan imbalan puluhan juta rupiah oleh seseorang berinisial F, namun identitas pemberi uang tersebut belum diungkap secara resmi.
Menariknya, para pelaku baru menerima uang muka (DP) sekitar Rp50 juta, sebagian sudah disita polisi, dan belum menerima pembayaran penuh.
DH ditangkap bersama tiga rekannya di Solo pada 23 Agustus 2025, sementara satu pelaku lainnya ditangkap di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada 24 Agustus 2025.
Mereka diduga menjadi aktor intelektual penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta, yang sebelumnya diculik pada 20 Agustus 2025 di area parkir PT Lotte Mart Ciracas, Jakarta Timur.
Korban itemukan tewas keesokan harinya di persawahan Bekasi dalam kondisi tragis: tangan dan kaki terikat, serta mata dililit lakban.
Kuasa hukum pelaku, Adrianus Agau, menyatakan bahwa kliennya menculik korban atas perintah oknum F, dan tindakan ini dilakukan dengan cara paksa.
“Adik kami diminta menjemput paksa korban di sore hari,” ungkap Adrianus.
Selain dikenal sebagai motivator dan pengusaha, DH memiliki dua perusahaan yak i PT Hartono Mandiri Makmur, bergerak di bidang software development, dan PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (DAI) yang mengelola platform Guruku.
Kedua perusahaan beralamat di perumahan mewah DH di Kota Wisata, Bogor, dengan logo Guruku terpampang jelas.
Di kampung halamannya di Rimbo Bujang, Jambi, DH dikenal sebagai sosok dermawan yang kerap mengadakan program sosial, mendatangkan artis dan ustaz, serta aktif membagikan bingkisan untuk masyarakat.
Namun, citra positifnya kini ternoda dengan dugaan keterlibatan dalam kasus pembunuhan yang tengah diselidiki polisi.











