Pelaku Hanya Disuruh Menculik Kacab BRI, Tak Tahu Ada Rencana Pembunuhan

KabarSunda.com-Kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta, perlahan menguak fakta mengejutkan.

Menurut kuasa hukum tersangka, Adrianus Agal, para pelaku penculikan berinisial RS, AT, EW, dan RAH hanyalah debt collector pengangguran yang menerima pekerjaan “penjemputan” korban tanpa mengetahui bahwa pekerjaan itu berujung pembunuhan.

“Mereka hanya diminta menjemput korban dan menyerahkannya ke seseorang berinisial F. Mereka tidak tahu sama sekali akan ada pembunuhan,” jelas Adrianus di Polda Metro Jaya, Senin, 25 Agustus 2025.

Para pelaku tergiur imbalan puluhan juta rupiah, meski baru menerima uang muka kurang dari Rp50 juta.

Tekanan ekonomi disebut sebagai alasan utama mereka menerima pekerjaan berisiko tersebut.

Namun setelah eksekusi dilakukan, mereka juga diminta membuang jasad korban di kawasan Bekasi, sebuah perintah yang mereka jalankan karena ketakutan.

Sementara itu, penyelidikan polisi mengarah pada pengusaha Dwi Hartono (DH) sebagai dalang utama.

DH, yang dikenal sebagai pengusaha teknologi, motivator bisnis, dan pendiri platform pendidikan Guruku, ditangkap bersama beberapa rekannya di Solo dan Jakarta Utara.

Motif pembunuhan diduga terkait sengketa pinjaman fiktif senilai Rp13 miliar.

Meski publik mengenal DH sebagai sosok sukses dengan citra dermawan dan konten motivasi di kanal YouTube Klan Hartono yang memiliki lebih dari 169 ribu pengikut, citra tersebut kini tercoreng akibat keterlibatannya dalam kasus keji ini.

Polisi menegaskan penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap dalang intelektual lain serta motif lengkap di balik pembunuhan terencana ini. fiktif.