KDM Besuk Ilham Renal Korban Pengeroyokan di Rumah Sakit

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengunjungi korban pengeroyokan aksi demontrasi didepan DPRD Jabar Ilham Renal.Ist

KabarSunda.com- Gubenur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi Ilham Renal di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal.

Dalam kunjungannya, Kang Dedi Mulyadi yang akrab dipanggil KDM akan memberikan bantuan  pada  pasien yang mengikuti demonstrasi kemudian di pukuli dan ditusuk oleh orang yang tidak dikenal.

Sekarang sudah menjalani perawatan dan ada postingan permintaan donasi. Saya mau pindahkan kelasnya ke kelas 1 agar ruangannya lebih baik dan seluruh biayanya saya tanggung sendiri dan tidak mesti ada lagi donasi.kata KDM diunggahan Instagram@dedimulyadi71,minggu,31 Agustus 2025.

“Saya titip Rp.30 juta untuk keluarganya yang nungguin sampai nanti sembuh, ini diluar dari biaya perawatan rumah sakit.

KDM juga minta mohon untuk postingan donasi dihentikan, karena saya sudah menanggung semua biaya perawatan Ilham Renal.

Berita sebelumnya : Mahasiswa UPI Korban Pengeroyokan Saat Demontrasi di DPRD Jabar

Seorang mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) jadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Tidak hanya dikeroyok, namun yang bersangkutan mengalami penusukan dibagian punggung saat kericuhan yang terjadi di kawasan Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (30/8).

Untungnya nyawa korban berhasil diselamatkan dan saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit RSHS Bandung.

Mahasiswa menjadi korban pengeroyokan diketahui bernama Ilham Renal, mahasiswa Pendidikan Ekonomi UPI angkatan 2019. Menurut keterangan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPI melalui unggahan Instagram, Ilham tidak terlibat dalam aksi massa.

Dijelaskan, Ilham berada di belakang titik kerumunan ketika melihat seseorang tengah dikeroyok. Namun niat baiknya untuk menghentikan tindak kekerasan justru berbalik menjadi petaka.

Ilham berteriak meminta agar pengeroyokan dihentikan. Namun, tindakannya tersebut justru membuat ia ikut menjadi korban kekerasan. Meskipun sudah mengenakan helm dan tas, Ilham dipukuli hingga helmnya lepas, dan kepalanya dipukuli.

Ilham sempat memohon dan menjelaskan bahwa ia tidak terlibat dalam aksi, namun ia justru mendapatkan ancaman akan diculik.